Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 11:26 WIB | Sabtu, 28 Juli 2018

Pesparawi XII di Pontianak Dijadwalkan Dibuka Presiden

Ilustrasi. Pesta paduan suara gerejawi, Pesparawi XII, yang pada 2018 ini berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat. (Ilustrasi: beneficeoflangelei.or.uk)

PONTIANAK, SATUHARAPAN.COM – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII Tahun 2018 di Pontianak, Kalimantan Barat, menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XII Karolin Margret Natasa mengatakan, persiapan panitia sudah hampir rampung dan berkonsentrasi pada penyambutan dan upaya mendukung berbagai kegiatan lomba.

“Kegiatan Pesparawi Nasional XII ini berlangsung secara resmi mulai dari tanggal 28 Juli yang diawali dengan Pembukaan Pameran oleh Pejabat Gubernur Kalbar. Dilanjutkan dengan acara tanggal 29, yaitu karnaval keliling Kota Pontianak dari seluruh kontingen dari seluruh Indonesia,” ujar Karolin saat jumpa pers, Jumat (27/07).

“Kemudian puncak kegiatan adalah pembukaan pada tanggal 30, pukul 19.00, yang diawali dengan ibadah pada sore harinya. Rencananya akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo,” ia menambahkan.

Pesparawi Nasional XII 2018 berlangsung hingga 3 Agustus 2018 dengan 12 kategori lomba. Menurutnya, para peserta sudah mulai berdatangan dari seluruh Indonesia.

Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Andar Gultom sekaligus mewakili Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) mengatakan, Pesparawi dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.

“LPPN bertindak sebagai panitia pengarah atau steering committee (SC), jadi mengarahkan apa-apa yang perlu dilakukan, “ ujar Andar.

Ia menjelaskan, pada Pesparawi juga akan diadakan seminar yang bertujuan meningkatkan musik gerejawi agar dikenal, apalagi musik hasil Pesparawi belum menjemaat.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan Pesparawi, diadakan lomba cipta lagu dan panitia selalu menyesuaikan dengan daerah masing-masing. “Seperti Pesparawi di Ambon sebelumnya, lagu wajibnya itu bernuansa etnik Maluku,“ tuturnya. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati

Back to Home