Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:08 WIB | Senin, 12 Agustus 2019

Peternak Gunung Kidul Mulai Jual Hewan Ternak untuk Beli Air

Warga di Kabupaten Gunung Kidul kesulitan air besih, sehingga meraka harus berjalan hingga dua kilometer mencari air bersih. (Foto: Antaranews.com/Sutarmi)

GUNUNG KIDUL, SATUHARAPAN.COM – Peternak di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menjual ternaknya untuk membeli air bersih, karena kemarau panjang melanda wilayah itu, menyebabkan kesulitan air bersih.

Fenomena seperti itu seperti dilakukan oleh warga di Dusun Jerukgulung, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop. Salah satunya yakni Suginem, (49) yang mengaku menjual ternak kambing untuk membeli air bersih.

"Juni kemarin baru jual satu ekor kambing. Saya belikan air bersih satu tangki isinya 6.000 liter," katanya.

Ia mengatakan, satu tangki air bersih harganya sebesar Rp120.000 bisa mencukupi kebutuhan tiga minggu. Untuk hidup bersama tiga orang anggota keluarganya yang lain, yakni suami dan dua anak.

"Selain membeli air bersih, uang hasil penjualan ternak ini juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seperti makan, hingga biaya keperluan anak-anaknya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan bagi warga daerahnya, hewan ternak merupakan tabungan, sehingga saat membutuhkan uang, bisa dijual.

"Hewan ternak itu tabungan bagi masyarakat. Persiapan untuk tabungan biaya sekolah hingga membeli air saat kekeringan," katanya.

Bambang mengakui, fenomena menjual hewan ternak saat kemarau biasa terjadi. Setelah dijual dan mencukupi kebutuhan, biasanya kembali membeli hewan yang berukuran kecil. "Diganti yang kecil, kemudian dibesarkan lagi. Itu luar biasa,”katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki menambahkan, setidaknya sudah ada 14 kecamatan dari 18 kecamatan di Gunung Kidul  melaporkan warganya mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Saat ini, bantuan air bersih terus dilakukan, baik oleh pemkab, swasta, maupun masing-masing pemkec yang mempunyai anggaran dan tangki. Kecamatan yang terkena dampak krisis air dan sudah didrop air bersih di Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan, Panggang, Purwosari, Ngawen dan Nglipar.

"Kecamatan tersebut sudah langganan kekeringan setiap musim kemarau," katanya. (Antaranews.com)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home