Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 15:53 WIB | Jumat, 22 Januari 2021

PGI Gerakkan Doa Syafaat - Kumpulkan Dana untuk Korban Bencana Alam

(Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH PGI) mengimbau seluruh gereja-gereja untuk membawakan dalam doa-doa syafaat di keluarga maupun komunitas, seraya juga menopang para korban dengan mengumpulkan bantuan sebagai wujud kepedulian sesama anak bangsa.

“Secara khusus PGI telah mendorong PGIW Kalsel dan PGIW Sulselbawa untui mengkoordinasikan bantuan untuk korban banjir di Kalsel dan korban gempa bumi di Sulbar. Selain emergensi respons, gereja perlu melibatkan diri dalam program trauma healing serta program pemulihan dan pemberdayaan ekonomi warga,” kata Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom kepada satuharapan.com, hari Rabu (20/1).

PGI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai bentuk bencana yang terjadi di Indonesia beberapa hari terakhir.

“Selain memporak-porandakan kehidupan, juga telah menelan korban jiwa yang tidak sedikit, PGI mengungkapkan belarasa terhadap keluarga-keluarga yang terdampak dan duka mendalam atas korban jiwa,”

MPH-PGI meminta perhatian pemerintah, khususnya BNPB untuk turun tangan dan agar tak seorang pun korban yang terabaikan. Pemerintah juga perlu segera merekonstruksi kerusakan-kerusakan yang terjadi agar roda kehidupan masyarakat segera pulih.

“Renteran bencana yang terjadi, selain murni bencana alam, juga terjadi karena ulah manusia yang telah memperlakukan alam secara tidak proporsional. Selama ini kita telah begitu lama memunggungi sungai, laut, sungai dan rawa-rawa. Dan alam memiliki caranya sendiri untuk meneriakkan rintihannya, antara lain dengan banjir, longsor dan lain-lainya. Ragam bencana ini mengajak kita untuk introspeksi dalam memperlakukan alam,” katanya.

Di sisi lain, kata Pendeta Gomar, kita menyaksikan respons maayarakat terhadap ragam bencana ini, terlihat sekali masih kurangnya kesiapan masyarakat perihal mitigasi bencana.

“Hal ini mengingatkan kita untuk lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana mengingat kepulauan nusantara ini sangat rentan akan bencana alam. Ke depan, seluruh elemen masyarakat harus dipersiapkan sungguh-sungguh untuk deteksi dini dan kewaspadaan menghadapi bencana,” katanya.

Sebelumnya dalam keterangan terpisah, Gomar mengajak semua pihak di tengah keterbatasan yang terjadi agar menumpukan harapan pada perlindungan Tuhan dan membantu korban bencana alam.

“Pada saat sama saya mengimbau segenap warga gereja di seluruh Indonesia untuk membawakan saudara-saudara kita di Sulbar di dalam doa seraya menopang mereka dengan memobilisasi bantuan yang diperlukan. Dalam masa pandemi ini penderitaan mereka akan makin berat akibat gempa ini. Kini saatnya kita menunjukkan secara nyata solidaritas sebagai sesama manusia, untuk bersama memikul beban berat ini,” kata Gomar seperti dikutip dari pgi.or.id, hari Jumat (15/1).

PGI secara khusus melalui bidang Penangan Risiko Bencana (PRB) menggalang dana bantuan Peduli Korban Gempa Sulawesi Barat melalui rekening Mandiri : 006.006.000.034.0 dan rekening BNI di nomer 000.893.266.1 atas nama Persekluruan Gereja-gereja di Indonesia dengan mencantumkan kode unik “62” di kahir jumlah donasi. (contoh Rp.100.062).

 

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home