Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Martahan Lumban Gaol 16:03 WIB | Jumat, 06 Maret 2015

PGI: Hukuman Mati Bertentangan dengan Hakikat Allah

Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI Jeirry Sumampow. (Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) memandang hukuman mati menodai rasa kemanusian dan keadilan. Karena, hal tersebut bertentangan dengan hakikat kehidupan yang diberikan Allah, Sang Pencipta, serta Pemelihara Kehidupan.

“PGI menyatakan sikap, hukuman mati menodai rasa kemanusiaan dan keadilan dan karena itu bertentangan dengan hakikat kehidupan yang diberikan Allah, Sang Pencipta dan Pemelihara Kehidupan,” kata Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI Jeirry Sumampow dalam siaran pers yang diterima satuharapan.com, di Jakarta, Jumat (6/3).

Menurut PGI, hukuman mati tidak memberikan ruang bagi orang untuk melakukan perbaikan diri atau pertobatan. Oleh karena itu, Jeirry  menyatakan PGI menolak adanya pemberlakukan hukuman mati sebagai bentuk hukuman terhadap kejahatan.

Jeirry menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo lebih bijaksana dan mempertimbangkan kembali rencana eksekusi hukuman mati yang akan dilaksanakan beberapa hari ke depan. PGI pun berdoa agar Bapak Presiden tetap konsisten menerapkan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam terang Sila Kedua Pancasila, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Jeirry  juga mengatakan PGI meminta Presiden Joko Widodo bisa mendorong penataan regulasi yang terkait dengan masih dicantumkannya hukuman mati dalam berbagai regulasi negara ini. Kami berharap agar sangsi hukuman mati dihapus dalam semua regulasi tersebut sesuai dengan substansi yang terkandung dalam konstitusi kita, pasal 28 I ayat (1) UUD 1945.

“Kami (PGI) menyerukan agar semua umat Kristiani mendoakan Presiden Jokowi agar diberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam menyikapi pelaksanaan hukuman mati,” tutur Jeirry.

Tidak ketinggalan, Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia itu menyampaikan PGI ikut mendoakan agar para korban yang menghadapi eksekusi hukuman mati diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi proses-proses yang akan berlangsung selanjutnya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
7 Dasawarsa BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home