Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 06:10 WIB | Selasa, 13 Maret 2018

PHDI Sampaikan Rencana Perayaan Nyepi Nasional 2018

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Panitia Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional (PPHRNN) Tahun 2018 bersilaturahim ke Kemenag, diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (12/3). (Foto: Sugito/kemenag.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Panitia Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional (PPHRNN) Tahun 2018 bersilaturahim ke Kemenag. Rombongan yang dipimpin Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya itu diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta.

Hadir Sekjen PHDI I Ketut Parwata dan Ketua Panitia Nyepi Nasional Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan beserta jajarannya. Kepada Menag, mereka melaporkan persiapan Kegiatan Nyepi Nasional tahun 2018 yang mengusung tema: “Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Tingkatkan Soliditas sebagai Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI”.

Menurut Wisnu, ada empat kegiatan utama dalam rangkaian kegiatan Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional 2018. Puncak acara dilaksanakan pada Tahun Baru Saka 1940 atau jatuh pada 17 Maret 2018.

“Kegiatan pertama adalah seminar inspirasional yang dihadiri para tokoh lintas agama, seperti Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Pak Yudi Latief, dan Rektor Unhan (Universitas Pertahanan). Acara itu telah kami laksanakan pada 24 Februari 2018 di Auditorium HM Rasjidi Kemenag MH Thamrin, Jakarta. Terima kasih atas fasilitas dan bantuan yang Kemenag berikan kepada kami,” kata Wisnu, Senin (12/3).

Kegiatan kedua adalah Ritual Upacara Tawur Agung Kesanga yang dipusatkan di Candi Prambanan pada 16 Maret 2018. “Pada ritual ini, kami mengedepankan kearifan lokal,” Wisnu menambahkan.

Ketiga, PPHRNN mengagendakan melakukan bakti sosial dan yoga massal yang diikuti perserta dari berbagai umat. Acara itu dilanjutkan dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba, donor darah, dan penanaman pohon di daerah Gunung Salak. Diharapkan kegiatan ini diikuti 2.000 peserta.

“Sedang kegiatan keempat adalah kegiatan puncak, yakni Dharma Santi yang akan diselenggarakan di Mabes TNI pada 6, 7, dan 8 April 2018, dengan mengundang perwakilan dari beberapa negara sahabat yang ada di Indonesia, tokoh-tokoh lintas agama, dan juga umat Hindu se-Jabodetabek,” Wisnu menjelaskan.

“Kami berharap, apa yang kami lakukan ini, mampu menghasilkan output, salah satunya yakni mampu merekatkan keberagaman yang ada di negeri kita ini, agar keutuhan NKRI mampu kita jaga, rawat, dan teruskan,” katanya.

Menag Lukman bersyukur, Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional yang telah terlaksana mapun belum, berjalan dengan baik.

“Semoga apa yang kita lakukan ini, mendapat balasan yang baik pula. Dan semoga cita-cita kita bersama, agar NKRI ini makin kokoh dan kuat, bisa berjalan sebagaimana mestinya,” kata Menag.

Kemenag, menurut Menag Lukman siap membantu agar Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional berjalan lancar dan sukses.

Selain tentang Perayaan Hari Raya Nyepi Nasional 2018, didiskusikan pula bebepa hal seperti Universitas Hindu (UNHI), guru-guru agama Hindu di sekolah umum, percetakan buku Hindu, ekonomi kerakyatan, dan lain sebagainya.

Turut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya dan Sesmen Khoirul Huda. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati

Back to Home