Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 13:04 WIB | Kamis, 18 Mei 2017

Plataran Djoko Pekik Gelar "Seninjong #2"

Plataran Djoko Pekik Gelar "Seninjong #2"
Melani W Setiawan menerima kenang-kenangan lukisan dari Djoko Pekik saat membuka pameran "Seninjong #2" di Plataran Djoko Pekik, Sembungan Bangunjiwo, Kasihan-Bantul, Rabu (17/5) malam. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Plataran Djoko Pekik Gelar "Seninjong #2"
Pengunjung dari manca negara turut menyaksikan pameran "Seninjong #2".

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Karya tiga belas perupa menghiasi dinding Plataran Djoko Pekik yang berada di Sembungan Bangunjiwo, Kasihan-Bantul. Jika pada penyelenggaraan tahun lalu dipamerkan karya dua dimensi (lukisan) maupun tiga dimensi (patung, instalasi), pada pameran "Seninjong #2" Dedi Sufriadi, Hadi Soesanto, Henryette Lousie, Ida Bagus Putu Purwa, Joni Ramlan, Jumaldi Alfi, Klowor Waldiono, Fadhil Abdi, Priyaris Munandar, Subroto SM, Suwaji, dan Ugo Untoro hanya memamerkan karya dua dimensi.

Merujuk Seninjong pada tenong sejenis tempat jajanan yang berisi beraneka rupa jajan yang lengkap, pepak, dan enak, sementara masyarakat Gondomanan Yogyakarta mengenal Seninjong sebagai menu lama campuran bihun dan bakmie yang disajikan dengan gaya dan bumbu masakan Jawa, komposisi peserta pameran "Seninjong #2" yang berbeda dari tahun sebelumnya, bermacam-macam, dan campur aduk karyanya. Dalam hali ini, penulis pameran Yuswantoro Adi mengartikan seninjong sebagai buku catatan tentang apa saja tanpa klarifikasi khusus.

Tiga belas karya lukisan yang dipamerkan memberikan nuansa yang kuat dari masing-masing perupa untuk ndongen (bercerita). Fly Me To The Moon karya Joni Ramlan seolah mengajak pengunjung untuk terbang ke awan, sementara Klowor Waldiono dengan permainan warna dalam karya yang berjudul "Bahagia" dapat ditangkap secara mudah dan cepat suasana bermain bagi anak-anak yang gembira dan bahagia.

Dedi Sufriadi dalam karya lukisan berjudul Songs of Love and Humanity melalui lukisan yang benar-benar berisi kalimat cerita pada keseluruhan lukisannya dengan tulisan warna hitam di atas kanvas putih. Sebuah kalimat dengan warna tulisan yang berbeda, putih, memberikan pesan cerita yang cukup dalam: "diskriminasi gender sudah ada bahkan sebelum era modernism".

Setelah cukup sukses pada penyelenggaraan tahun lalu hingga tersiar ke manca negara, pameran "Seninjong #2" turut pula dihadiri pengunjung dari luar negeri.

Pameran yang akan berlangsung hingga 28 Mei 2017 dibuka oleh Melani Witarsa Setiawan, kolektor perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter, Rabu (17/5) malam.

Pada saat bersamaan dibuka juga tiga pameran seni rupa. Dua pameran tunggal oleh perupa Lugas Syllabi di galeri R.J. Katamsi ISI Yogyakarta, dan perupa Nur Hananta di Kebun Bibi, Kampung Minggiran-Mantrijeron, serta pameran bersama dengan tajuk "Pink Project" di Kiniko Art, Kalipakis-Tirtonirmolo Bantul.

 

Back to Home