Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:39 WIB | Sabtu, 27 Juni 2020

Polisi London Diserang Ketika Bubarkan Pesta Ilegal

Relawan membersihkan locassi di mana polisi London di serang oleh orang-orang yang mengikuti pesta ilegal. (Foto: AP)

LONDON, SATUHARAPAN.COM-Petugas kepolisian Inggris diserang ketika mencoba membubarkan pesta ilegal semalam di London barat. Ini adalah insiden kedua dalam dua hari.

Karena Inggris melonggarkan aturan penguncian virus corona, polisi harus berurusan dengan sejumlah acara pesta ilegal di seluruh negeri. "Kami tahu bahwa setelah berbulan-bulan pembatasan orang telah frustrasi dan orang-orang ingin berkumpul bersama dalam pertemuan tetapi acara ilegal ini jelas tidak dapat diterima," kata Sekretaris Lingkungan, George Eustice mengatakan dikutip Sky News.

"Serangan pada polisi yang kami lihat awal pekan ini juga tidak dapat diterima," katanya. Pada Rabu (24/6) malam, 22 petugas terluka dan sejumlah mobil patroli dirusak ketika terjadi masalah di sebuah acara musik tanpa izin di Brixton, London selatan.

Sejumlah tambahan petugas dikerahkan ke jalan-jalan pada Kamis (25/6) malam, tetapi petugas kembali diserang di daerah Notting Hill di London barat, tempat sejumlah acara musik tanpa izin berlangsung di ibu kota.

"Benda-benda dilemparkan ke petugas," kata polisi di Twitter. "Perilaku seperti itu dan tindakan kekerasan apa pun tidak akan ditoleransi."

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, menggambarkan adegan pada Rabu malam itu sebagai "keji" sementara juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut kekerasan terhadap polisi itu mengerikan.

Pada hari Kamis, pihak berwenang di Bournemouth, sebuah kota pantai yang populer di Inggris selatan, menyatakan "insiden besar" atas apa yang mereka sebut perilaku orang banyak yang tidak bertanggung jawab yang mengabaikan pedoman kesehatan masyarakat tentang virus corona dan petugas lokal kewalahan.

Pernyataan itu diungkapkan setelah para pengunjung tiba dalam jumlah yang sangat besar dalam cuaca panas, yang mengakibatkan kemacetan di jalan-jalan, perilaku anti-sosial dan perkelahian yang dipicu alkohol. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home