Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 08:27 WIB | Rabu, 05 Oktober 2016

Polisi Mesir Tembak Mati Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin

Mohamed Kamal. (Foto: alarabiya.net)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM - Polisi Mesir menembak mati dua anggota Ikhwanul Muslimin, salah satunya seorang pemimpin senior kelompok Islam terlarang itu, kata Kementerian Dalam Negeri pada hari Selasa (4/10).

Kementerian Dalam Negeri menuding bahwa Mohamed Kamal (61) mengepalai unit militer gerakan tersebut yang menggulingkan presiden Mohamed Morsi, meskipun kelompok itu selalu membantahnya.

Kementerian mengatakan dia dan rekan sesama anggota Ikhwanul Yasser Shehata tewas dalam baku tembak ketika polisi menggerebek persembunyian mereka di sebelah tenggara ibu kota pada Senin (3/10) malam.

Kementerian Dalam Negeri menuduh Kamal mendirikan unit militer Ikhwanul setelah militer menggulingkan Morsi pada 2013.

Pihaknya mengatakan dia divonis dua hukuman penjara seumur hidup tanpa menghadiri persidangan atas tuduhan membentuk kelompok bersenjata dan keterlibatan dalam pengeboman di sebuah kantor polisi di Assiut di Mesir selatan.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan dia juga diburu atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan jaksa Hisham Barakat dalam pengeboman mobil pada Juni 2015 dan percobaan pembunuhan seorang ulama muslim terkemuka Ali Gomaa pada Agustus.

Ikhwanul Muslimin dan para pendukungnya menjadi target dalam aksi penindakan keras mematikan sejak penggulingan Morsi tapi pihaknya menolak mengangkat senjata untuk meresponsnya.

Ratusan tentara dan polisi tewas dalam serentetan serangan sejak 2013 tapi sebagian besar diklaim oleh para ekstremis yang berjanji setia kepada kelompok Islamic State (ISIS). (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home