Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 10:38 WIB | Kamis, 28 Juli 2016

Politikus Belanda Larang Muslim ke Uni Eropa

Politikus Belanda, Geert Wilders. (Foto: telegraph.co.uk)

AMSTERDAM, SATUHARAPAN.COM – Sejumlah aksi terorisme yang mengguncang beberapa kota penting di Eropa – Nice, Rouen (Prancis), Ansbach, dan Munchen (Jerman) – membuat keprihatinan bagi politikus Partai Kebebasan yang berhaluan kanan di Belanda, Geert Wilders.

Politikus yang sempat mencuat beberapa tahun lalu dengan membuat video berdurasi pendek tentang anti-Islam berjudul “Fitna” itu, seperti diberitakan Washington Times, hari Rabu (27/7), mengatakan serangan di beberapa kota di Eropa tersebut terinspirasi dari aksi terorisme yang menciirkan kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS), sehingga meminta Uni Eropa untuk melarang imigran Muslim masuk ke wilayah tersebut.

Wilders mengatakan partainya akan membentuk de-Islamisasi Eropa.

“Kami prihatin karena saat ini Eropa bagaikan  mengimpor rakasa, yang disebut Islam," kata Wilders.

Dia membuat komentar di bangun dari pemboman di Ansbach, Jerman, di mana migran Suriah meledakkan dirinya dan melukai 15 orang dalam  sebuah festival musik.

Pemimpin Partai Kebebasan itu menuding Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai orang yang lemah dan pengecut.

Rutte dan Merkel dikenal sebagai pemimpin Eropa yang membuka pintu bagi kedatangan para imigran asal Timur Tengah dan Afrika Utara.

Beberapa tahun lalu, Wilders mendadak kondang karena film berdurasi pendek “Fitna”. Film tersebut  menuding Alquran mengajarkan kekerasan dan melecehkan perempuan.

Akibat aksi tersebut Wilders sempat menjadi sasaran kemarahan kelompok Al-Qaidah yang mengatakan merencanakan membunuh dia.

Seruan Wilders serupa dengan yang dikemukakan Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Joseph Trump beberapa waktu lalu, yang mengatakan melarang umat Muslim masuk AS, bila Trump terpilih menjadi presiden berikutnya.

Wilders memuji gagasan Trump tersebut karena merupakan salah satu cara membela kepentingan rakyatnya. (washingtontimes.com)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home