Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Reporter Satuharapan 12:34 WIB | Kamis, 27 September 2018

Pontianak Awali Pelatihan Keimanan dan Media

Ilustrasi. Aliansi Jurnalis Indonesia bekerja sama dengan Deutsche Welle Akademie membuka rangkaian pelatihan membahas peran serta tanggung jawab jurnalis dan media untuk mengurangi ketegangan atas dasar perbedaan agama, di Pontianak, 22-24 September. (Foto: Simply Speaking)

PONTIANAK, SATUHARAPAN.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Deutsche Welle (DW) Akademie, Jerman, memulai seri Pelatihan Jurnalistik Keimanan dan Media di Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (24/9).

Pelatihan dengan subtema “Sebuah Dialog Antaragama bagi Jurnalis Indonesia” itu, seperti dapat dibaca dalam siaran pers AJI, diikuti 25 peserta dari Pontianak, Balikpapan, Semarang, dan Banyuwangi. Mereka diampu oleh dua pelatih dari Jerman dan dua pelatih dari jurnalis lokal.

Pelatihan membahas peran serta tanggung jawab jurnalis dan media untuk mengurangi ketegangan atas dasar perbedaan agama. Kondisi dalam beberapa tahun terakhir tersebut dinilai berpotensi mengancam kehidupan bertoleransi dan harmonisasi sosial di Indonesia.  

“Sejumlah ketegangan (sosial) yang terjadi belakangan ini mengancam reputasi Indonesia sebagai negara dengan tingkat toleransi beragama dan keberagaman sosial yang tinggi,” kata pelatih yang juga Jurnalis DW Ayu Purwaningsih.

Program yang didukung Kementerian Luar Negeri Jerman tersebut membekali peserta dengan pemahaman mengenai isu mendasar pluralisme di Indonesia. Selain itu, kondisi sosial dan politik terkini serta tantangan ekstremisme beragama menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden 2019.

Kemudian, pemahaman kode etik dan standar profesionalisme untuk menghasilkan karya jurnalistik yang sensitif konflik dan tidak bias keagamaan. Para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kemampuan mencari fakta dan mengembangkan ide liputan bernas.

“Pelatihan ini juga merupakan kesempatan untuk menjalin hubungan jangka panjang antarjurnalis dari berbagai latar belakang  agama,” ujar Ayu.

Pelatihan di Pontianak berlangsung pada 22-24 September dan menjadi bagian dari pasca-kegiatan Festival Media 2018. Pelatihan dibuka resmi oleh Ketua Umum AJI Abdul Manan.

“Belakangan ini isu agama digunakan sebagai salah satu senjata oleh para politikus atau sekelompok orang demi kepentingan sesaat. Ini sangat membahayakan karena bisa memicu konflik. Situasinya semakin merisaukan jika jurnalis dan media massa ikut terlibat langsung maupun tak langsung,” kata Manan. 

Pelatihan selama tiga hari ini memberikan kesempatan bagi peserta mengajukan proposal beasiswa peliputan. Setiap usulan kemudian dibahas melalui diskusi kelompok dan diikuti penguatan serta penajaman ide cerita oleh seorang pelatih yang bertindak sebagai mentor di kelompok masing-masing.

Setiap proposal selanjutnya dipresentasikan di akhir kegiatan untuk dinilai oleh semua mentor. Sepuluh usulan terbaik berhak mendapatkan beasiswa peliputan.

Pelatihan serupa juga akan digelar AJI dan DW di empat kota lain di Indonesia pada tahun ini. Lokasi pelatihan tersebut ialah Palembang (28-30 September), Bandung (20-22 Oktober), Manado (26-28 Oktober), dan Ambon (2-4 November). 

Editor : Sotyati

Back to Home