Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 17:12 WIB | Jumat, 25 Oktober 2019

Pontianak-Mandailing Natal Siapkan Generasi Remaja Kreatif

Kegiatan GenRefellowship dan Jambore GenRe tahun 2019 tingkat provinsi di aula Kencana Perwakilan BKKBN Kalbar, Jumat (25/10). (Foto: Antara)

PONTIANAK, SATUHARAPAN.COM - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono seusai menghadiri kegiatan GenRefellowship dan Jambore GenRe tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengatakan, pihaknya telah membuat program generasi remaja aktif, kreatif dan inovatif.

"Kami telah menyiapkan fasilitas-fasilitas seperti sarana olahraga, ruang terbuka hijau atau taman bermain, rumah pintar termasuk kegiatan-kegiatan yang anak muda bisa ikut terlibat secara langsung," katanya di Aula Kencana Perwakilan BKKBN Kalbar di Pontianak, Jumat 25/10).

Dikatakannya, era digital seperti saat ini pihaknya juga mengajak generasi remaja Kota Pontianak untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi namun lebih kepada hal-hal yang benar-benar bermanfaat dan positif.

"Kami sudah menyiapkan ruang yang namanya Coworking Space untuk generasi muda yang ingin menciptakan aplikasi-aplikasi atau ingin menjadi startup, nah itu kami sediakan gratis," kata Edi Rusdi Kamtono.

Ia juga mengimbau untuk mendukung hal ini maka para pelaku usaha lainya juga mau memberikan ruang dan peluang bagi para remaja tersebut. Apalagi bagi para remaja yang berprestasi yang nantinya akan menjadi penerus unggul bangsa.

Ia menambahkan, Pemkot Pontianak dalam mempersiapkan generasi penerus unggulan, selalu terus melakukan edukasi kepada generasi muda setempat.

"Seperti mendorong untuk terus belajar, karena sekolah itu wajib dan dengan ilmu diharapkan mereka mampu menjadi unggulan kita. Kemudian menjaga kesehatan dan hidup dengan pola makan yang baik, kemudian orang tua juga kami beri edukasi dalam mempersiapkan anak mereka sehingga anak-anak itu bisa berguna bagi keluarga, masyarakat sekitar, bangsa dan negara," katanya.

Sementara itu, kegiatan GenRefellowship dan Jambore GenRe tingkat Provinsi Kalbar itu diikuti oleh forum GenRe dari 14 kabupaten/kota setempat, PIK mahasiswa/kampus dan akan berlangsung mulai Kamis (24/01) hingga Minggu (27/10).

Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jaringan komunitas remaja, opinion leader, influencer dan local champion sebagai aktivator KKBPK di Kalbar dengan keterampilan membangun keterlibatan, mempromosikan sekaligus mengaplikasikan pengetahuan pembangunan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Ikaperta Bangun Rumah Kreatif Demi Minimalisir Kenakalan Remaja

Sementara itu Ikatan Pemuda Pemudi Ranah Nata (Ikaperta) Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, membangun rumah produksi kreatif yang merupakan salah satu upaya meminimalkan kenakalan remaja terhadap penggunaan narkoba.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikaperta, Sohandra Wira di Panyabungan, Jumat (25/10), mengatakan inisiatif pembuatan rumah seni itu dilakukan beranjak dari banyaknya potensi sumber daya alam yang ada di kawasan pantai barat Kabupaten Mandailing Natal itu.

Rumah produksi seni yang berlokasi di Kelurahan Pasar II Natal Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal ini merupakan tempat berhimpun para pemuda-pemudi di wilayah tersebut untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam bidang karya seni.

"Ada potensi besar pada masyarakat pesisir di Kecamatan Natal terutama dalam bidang kreativitas karya seni. Jiwa seni itu telah melekat secara turun temurun kepada setiap generasi di pesisir Natal," katanya.

Dengan potensi yang dimiliki tersebut saat ini para pemuda yang bernaung dalam Ikaperta itu telah menghasilkan beberapa produk yang bernilai seni di antaranya adalah miniatur menara Eifel, rumah khas pesisir dan miniatur sepeda motor.

Bahan-bahan yang dipergunakan untuk produk seni itu berasal dari bahan-bahan alam yang ada di wilayah pesisir tersebut.

"Bahan yang kita gunakan adalah bahan alam seperti kayu bekas dan kerang-kerang unik aneka warna dengan jumlah yang sangat banyak," ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini produk yang dihasilkan masih tergolong sedikit yakni mencapai tiga unit per minggunya. Minimnya produksi ini selain disebabkan permasalahan dana juga terbatasnya pangsa pasar.

"Untuk pemasaran hingga saat ini masih sebatas tingkat lokal, namun tidak tertutup kemungkinan untuk dijual ke luar daerah," kata Sohandra. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home