Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:36 WIB | Jumat, 28 September 2018

Populasi Kura-Kura Sumatera Kritis

Ilustrasi. Sejumlah kura-kura hasil penangkaran berada di kandangnya di Penangkaran UD Lestari di Desa Mpanau, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (19/2/2018). Hasilnya dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia di antaranya Pekanbaru dan Jakarta, untuk memenuhi permintaan pasar sebagai hewan peliharaan dan juga diekspor ke Tiongkok untuk keperluan konsumsi. (Foto: Antaranews.com/Mohamad Hamzah)

BENGKULU, SATUHARAPAN.COM – Pusat Penelitian Konservasi Keanekaragaman Hayati (PPKKH) Universitas Bengkulu menyebutkan, populasi kura-kura sumatera saat ini dalam fase kritis akibat dampak eksploitasi dan ekstraksi sumber daya alam di wilayah itu.

"Tingkat perkembangbiakan yang rendah ditambah penyempitan hutan tropis menyebabkan populasi kura-kura sumatera menurun, bahkan beberapa spesies ada yang terancam punah," kata Direktur Pusat Penelitian Konservasi Keanekaragaman Hayati Universitas Bengkulu, Aceng Riyani di Bengkulu, Jumat (28/9).

Ia mengatakan, dari 33 subspesies kura-kura yang ada di Indonesia, 16 di antaranya terdapat di Pulau Sumatera dengan tingkat penyebaran populasi merata di setiap provinsi.

Keberadaan satwa ini mulai langka dan sulit ditemukan di alam bebas, karena habitat mereka telah berubah fungsi.

Selain faktor alih fungsi habitat, dia menambahkan, perburuan liar kura-kura untuk dijadikan hewan piaraan, dan sumber protein hewani bagi masyarakat lokal, turut mengancam kelestarian satwa tersebut dari hutan tropis di Sumatera.

“Dahulu saat kami melakukan observasi ke Kabupaten Mukomuko, kami masih menemukan beberapa spesies kura-kura di sana, namun sekarang sudah tidak ada lagi," katanya.

Aceng menyerukan perlunya upaya serius semua pihak untuk menyelamatkan populasi kura-kura sumatera agar tidak punah, salah satunya melalui pembangunan konservasi ex-situ, di luar lokasi habitat aslinya.

 "Kini sudah terdapat lima lokasi konservasi ex-situ untuk mengembangbiakkan lima spesies kura-kura sumatera, serta Turtle Learning Center (TCC) sebagai pusat pembelajaran kura-kura bagi masyarakat umum,” katanya.

Adapun kelima spesies yang ada di konservasi ini antara lain kura-kura matahari, kura-kura sawah, kura-kura daun, kura-kura pipih putih, dan kura-kura baning cokelat. Perkembangan populasi satwa ini bisa meningkat jika aksi perburuan dan perambahan hutan dihentikan. (Antaranews.com)

 

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home