Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:30 WIB | Rabu, 06 Februari 2019

Potensi Laut Indonesia untuk Pencegahan Kanker

LIPI tengah mengembangkan Kit Deteksi Biomarker Kanker Panyudara HER-2 yakni, alat deteksi kanker yang dapat digunakan melalui pemeriksaan DNA. (Foto: lipi.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, kanker menjadi salah satu penyakit yang cukup tinggi terjadi di Indonesia yakni sebesar 2,1 juta kejadian per tahun.

"Salah satu pemicu kanker di antaranya karena pola makan yang salah, faktor genetik, dan zat karsinogen dalam tubuh," kata Ratih Pangestuti, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI pada  kegiatan Media Briefing Hari Kanker Sedunia pada Senin (4/2) di Jakarta, yang dilansir situs lipi.go.id.

Ratih menjelaskan, Indonesia memiliki potensi kelautan yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati kanker.

“Indonesia memiliki 1000 spesies rumput laut. Rumput laut cokelat seperti Padina sp. dan Sargasum sp. mengandung fucoxanthin yang potensial sebagai antikanker,” katanya. Selain itu, tambah  Ratih, juga ada spons laut untuk Identifikasi senyawa aktif dan ekstrak, dengan aktivitas antikanker yang potensial.

Beberapa kendala yang saat ini dihadapi, untuk mengembangkan rumput laut sebagai obat antikanker adalah kesulitan dalam koleksi sampel. “Senyawa aktif hanya ada dalam kuantitas yang sedikit serta toksisitas senyawa aktif,  dan produksi senyawa yang berkelanjutan dapat memperlambat seluruh proses,” katanya.

Sementara untuk menjadikan rumput laut sebagai bahan pangan untuk mencegah kanker, Ratih menjelaskan pola konsumsi yang masih salah.

“Pola konsumsi masyarakat masih tidak proporsional untuk mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung omega 3 dan omega 6 yang mampu mencegah penyakit jantung dan kanker," katanya.

Desriani, peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menjelaskan, saat ini  LIPI tengah mengembangkan Kit Deteksi Biomarker Kanker Panyudara HER-2 yakni, alat deteksi kanker yang dapat digunakan melalui pemeriksaan DNA.

“Kit diagnostik penentuan status HER-2, telah berhasil divalidasi dengan metode gold standar CISH. Tingkat kesesuaiannya tinggi mencapai 86 persen dan diharapkan bisa membantu mendeteksi dini penyakit kanker,” katanya.

 

 

Zuri Hotel
Back to Home