Loading...
DUNIA
Penulis: Kaviel Alawy 14:32 WIB | Selasa, 30 Agustus 2016

Prancis Larang Burkini, Facekini Populer di Tiongkok

Perempuan yang mengenakan pakaian renang full-face, facekini, bisa menikmati pantai di Qingdao, Cina tanpa harus dilucuti pakaiannya. (Foto: nytimes)

QINGDAO, SATUHARAPAN.COM - Burkini memang tengah hangat dibicarakan di media akhir-akhir ini. Contoh kejadian minggu lalu ketika polisi Prancis melucuti perempuan di depan umum, yang makin memperpanas perdebatan tentang kebijakan larangan mengenakan burkini.

Jauh sebelum burkini menjadi topik perbincangan, Tiongkok sudah lebih dulu memiliki pakaian renang nyentrik yang mirip seperti burkini. Bedanya pemerintah Tiongkok tidak memusingkan perihal pakaian renang warganya.

Pada tahun 2012, Facekini - pakaian renang full-face (hanya memperlihatkan mata, hidung, dan mulut) dengan warna-warni yang beragam- sudah dapat ditemukan di area pantai Qingdao, Tiongkok.

Perempuan Tiongkok mengenakan facekini untuk menghindari sinar UV matahari. Mereka sangat takut akan kerut wajah dan ingin selalu tampil secerah mungkin.

“Saya takut hitam, karena perempuan harus memiliki kulit yang cerah atau orang-orang akan menyangka anda buruh tani,” kata seorang perempuan tua yang mengenakan facekini kepada media nytimes.

Perempuan yang mengenakan facekini tidak jarang juga mengenakan terusan tangan dan kaki sehingga hampir mirip pakaian renang burkini.

Kebijakan larangan mengenakan burkini di Prancis mengundang kritik dari warga Tiongkok. “Ini bukan langkah menuju peradaban, tetapi langkah kembali ke kebiadaban karena mencampuri urusan pribadi. Jika anda di perbolehkan untuk telanjang, anda seharusnya juga diizinkan untuk menutupi tubuh Anda sepenuhnya,” salah satu komentar warga Tiongkok, Li Ahong, di media sosial Weibo.

Alih-alih tampak seperti teroris yang membawa bom, perempuan yang mengenakan facekini lebih mirip tokoh pahlawan kanak-kanak, Power Ranger penjaga perdamaian. (nytimes)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home