Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 04:06 WIB | Selasa, 03 Desember 2019

Presentasi Karya “From Beijing to Bali”

Presentasi Karya “From Beijing to Bali”
Konsulat Jenderal Republik Tiongkok untuk RI, Gou Haodong, saat memberikan sambutan pembukaan pameran “From Beijing to Bali” di Danes art veranda, Minggu (1/12) malam. (Foto-foto : Official dok. Danes art veranda)
Presentasi Karya “From Beijing to Bali”
Sweet Dream – akrilik di atas kanvas - 150 x 180 cm - Pande Nyoman Alit Wijaya Suta – 2019.
Presentasi Karya “From Beijing to Bali”
Relativity of Time – akrilik di atas kanvas - 150 x 150 cm – RB Ali – 2018.
Presentasi Karya “From Beijing to Bali”
Jari Menari – mixed media di atas kanvas - 104 x 94 cm – Antonius Kho – 2019.

DENPASAR, SATUHARAPAN.COM – Tiga seniman-perupa yang lolos dalam kurasi Beijing International Art Biennale (BIAB) 2019 mempresentasikan karya dua matra di Danes art veranda, Denpasar-Bali. Ketiga seniman tersebut adalah Antonius Kho, Pande Nyoman Alit Wijaya Suta, dan RB Ali.

Pameran yang mengangkat tajuk “From Beijing to Bali” dibuka oleh Konsulat Jenderal Republik Tiongkok untuk RI Gou Haodong, Minggu (1/12) malam.

BIAB merupakan pameran seni rupa internasional yang dirintis sejak 2003 dan digelar oleh Pemerintah Kotamadya Beijing, China. Selama sepuluh tahun terakhir, tercatat sekitar empat ribu seniman dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan pengunjung pameran sekitar satu juta orang.

BIAB yang menginjak usia ke-8 itu bertema “Dunia yang Penuh Warna dan Masa Depan Bersama”. Pameran yang melibatkan sekitar enam ratus seniman dari berbagai negara tersebut digelar di Museum Seni Nasional China, Beijing, dari tanggal 26 Agustus hingga 23 September 2019.

Sebagai platform untuk pertukaran budaya internasional, BIAB mengadopsi mode kerja sama Komite Kuratorial Tiongkok dan kurator internasional. Panitia BIAB berpegang pada gagasan untuk melakukan upaya membangun platform internasional yang spesifik. Melalui konsepsi mempromosikan keharmonisan global dan menghormati keragaman budaya, BIAB telah mendapatkan pengakuan dan dukungan yang melimpah dari seniman berbagai negara.

Tiga perupa Indonesia yang lolos BIAB menampilkan karya-karya yang sesuai dengan tematik event tersebut. Antonius Kho menampilkan karya berjudul “Jari Menari” yang mengisahkan figur-figur yang bergerak lincah dalam sebuah tarian mengikuti irama musik yang dinamis. Figur-figur yang menari itu sesungguhnya menebarkan pesan-pesan perdamaian dalam rangkuman keindahan seni.

Pande Nyoman Alit Wijaya Suta menampilkan karya berjudul “Sweet Dream”. Karya ini mengungkapkan renungan tentang makna kebahagiaan. Bagi Pande, kebahagiaan tidak bisa diukur dengan kekayaan. Kebahagian sangatlah sederhana ketika manusia mampu tersenyum dalam menghadapi berbagai masalah. Dan, bermimpi yang indah akan membuat dunia ini penuh warna. Bermimpi dalam hal ini adalah bermimpi saat terjaga ketika menjalani kehidupan.

Sementara RB Ali yang lolos dalam BIAB 2019 berjudul "Relativity of Time". Lukisan itu berkisah tentang manusia dan kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari konsep ruang dan waktu. Ali menuturkan bahwa ke mana pun manusia pergi, apa pun yang dilakukannya, manusia akan terus berada dalam pusaran ruang dan waktu. Waktu akan terus bergerak, meninggalkan kisah hidup yang tidak akan terulang lagi.

Selain tiga karya lukisan yang lolos pada BIAB 2019, ketiga seniman-perupa mempresentasikan karya dua matra lainnya.

Pameran bertajuk “From Beijing to Bali” berlangsung hingga 10 Desember di Danes art veranda Jalan Hayam Wuruk No.159, Panjer - Denpasar, Bali.

 

Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home