Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 17:55 WIB | Kamis, 19 Juli 2018

Presiden Berharap Muncul Superstar Baru Seperti Zohri

Presiden Berharap Muncul Superstar Baru Seperti Zohri
Presiden Jokowi mengajak Lalu M. Zohri berkeliling Istana Kepresidenan Bogor dengan menaiki mobil golf, Rabu (18/7). (Foto: Humas/Agung/Setkab)
Presiden Berharap Muncul Superstar Baru Seperti Zohri
Presiden menerima Lalu Muhammad Zohri, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7). (Foto: Humas/Agung/Setkab)
Presiden Berharap Muncul Superstar Baru Seperti Zohri
Lalu Muhammad Zohri tiba di Terminal 3 Kedatangan Luar Negeri Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (17/7). (Foto: Humas Kemenpora)
Presiden Berharap Muncul Superstar Baru Seperti Zohri
Juara dunia lari U-20 nomor 100 meter putra, Lalu Muhammad Zohri. (Foto: setkab.go.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mengenakan jaket Asian Games 2018 menerima juara dunia lari U-20 nomor 100 meter putra, Lalu Muhammad Zohri, yang datang dengan mengenakan pakaian olahraga, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7) siang.

Presiden mengaku bangga atas prestasi yang dicapai oleh Zohri di ajang Kejuaraan Dunia Lari U-20 nomor 100 meter yang dihelat di Tempere, Finlandia itu.

“Kita bangga, kita bangga semuanya,” kata Presiden kepada wartawan.

Namun Presiden mengaku ada yang agak mengganjal di hatinya saat Zohri diwawancarai mau ke Istana.  Saat itu Zohri menjawab mau banget karena mau ketemu orang besar.

“Ini yang keliru, yang mengganjal di hati saya.  Orang besarnya itu bukan di sini, tapi Zohri,” ucap Presiden Jokowi.

Kepala Negara menilai, Zohri merupakan orang besar, karena dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, namun dengan ambisi yang besar, kerja keras, dan kegigihannya bisa memenangkan kejuaraan dunia tersebut.

“Ini sebuah prestasi yang sekali lagi seluruh rakyat sangat bangga terhadap Zohri,” ujar Kepala Negara.

Presiden meminta agar prestasi Zohri jangan berhenti, tetapi harus terus ditingkatkan dengan kegigihan dan jadwal latihan yang lebih padat, sehingga diharapkan dapat menjadi  modal dalam menapak ke Asian Games 2018 maupun pada event-event besar yang lain.

“Sekali lagi saya sangat bangga dan rakyat sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” kata Presiden Jokowi.

Presiden kemudian mengajak Zohri berkeliling Istana Kepresidenan Bogor. Dari halaman depan Istana, keduanya menaiki mobil golf hingga ke halaman belakang Istana. Tiba di belakang Istana, Presiden Jokowi dan Zohri melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil berbincang santai.

Zohri, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat diterima Presiden Jokowi dan diajak berkeliling Istana Kepresidenan Bogor dengan menaiki mobil golf, Rabu (18/7) siang.

“Saya yang paling berkesan diajak keliling-keliling di Istana. Luar biasa ini. Diajak ngobrol-ngobrol ini, kuda, ikan, banyak sekali,” kata Zohri kepada wartawan yang menunggunya di belakang Istana Kepresidenan Bogor.

Zohri berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang mengundangnya, sehingga dirinya bisa melihat dan masuk ke Istana Kepresidenan yang menurutnya luar biasa ini.

Mengenai pesan Kepala Negara, Zohri mengaku didoakan semoga sehat dan bisa menampilkan prestasi yang lebih baik, namun tetap rendah hati.

“Semoga sehat, semoga saya bisa menampilkan terbaik di Asian Games. Saya semangat latihan, jangan sombong, jangan, jangan sombong. Selalu rendah hati karena perjalanan saya insyaallah masih panjang,” tutur Zohri.

Mengenai bantuan renovasi untuk rumah Zohri di Dusun Karang Pangsor, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB, Presiden Jokowi mengatakan akan dilakukan secepatnya. Saat ini, menurut Presiden, tinggal pelaksanaannya saja.

Presiden berpesan kepada Lalu Muhammad Zohri untuk latihan terus dengan kegigihan, semangat, dan  ambisi besar untuk bisa mempertahankan prestasi yang telah dicapai.

Jepang dan Tiongkok

Mengenai persiapan Asian Games 2018 itu, Presiden mengaku sudah bertanya kepada Zohri yang dijawabnya akan menghadapi pelari-pelari senior yang tidak mudah dari Jepang, Tiongkok, Qatar, dan Korea Selatan. Meski demikian, Presiden yakin Zohri akan mempersiapkan diri sekeras mungkin.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan keinginannya agar muncul superstar-superstar seperti Zohri.

“Nanti akan muncul superstar lagi yang kira-kira dapat emas empat. Satu orang dapat tiga. Itu yang kita harapkan muncul superstar yang membangkitkan, memberikan inspirasi-inspirasi kolektif kepada bangsa ini bahwa kita ini bangsa besar. Saya rasa semangatnya ke sana,” kata Presiden.

Presiden meyakinkan, pemerintah akan memberikan penghargaan buat yang berprestasi, tidak hanya di bidang olahraga tapi juga bidang lainnya.

Disambut Hangat

Sebelumnya Zohri tiba di Terminal 3 Kedatangan Luar Negeri Bandar Udara (bandara) Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (17/7) tengah malam.

Kedatangan Zohri disambut oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung.

Menpora langsung menyambut dengan kalungan bunga, mengenakan jaket Asian Games 2018 dan menyerahkan secara simbolis uang bonus pembinaan dari pemerintah sebesar Rp250 juta dan dari BUMN PT Pegadaian (Persero) berupa tabungan emas seberat 1 kilogram.

“Terima kasih kepada semua pihak, keluarga, pelatih yang terus mendampingi. Terima kasih Lalu Muhammad Zohri yang telah mengibarkan Merah Putih di Finlandia,” kata Menpora.

Mendapat sambutan seperti itu, Zohri pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak. Dirinya sendiri tidak pernah menyangka dengan hasil yang dia dapatkan sekarang.

“Pada awalnya saya tidak pernah menyangka, namun saya percaya diri dan yakin pertolongan Tuhan, saya bersyukur kepada Allah bisa menjadi juara,” cerita Zohri mengenang perjuangannya.

Sambutan yang luar biasa membuat Zohri tak kuasa menahan airmata, bahkan dia pun menuju Hotel Century Senayan Jakarta diajak satu mobil dengan Menpora Imam Nahrawi.

Setelah mengikuti serangkian acara penyambutan termasuk melayani beberapa pertanyaan wartawan dengan konfrensi pers. Zohri bersama pelatih langsung melangkahkan kakinya menuju mobil bersama Dubes Indonesia untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman, pelatih, dan pengurus PASI. Disusul oleh Menpora yang langsung berpamitan dengan rekan-rekan media.

“Sudah ya cukup, saya mau mengantarkan Zohri sampai ke hotel. Dia adalah pahlawan bagi bangsa ini, oleh karenanya saya ingin mengantarnya hingga hotel. Insyallah rencana hari ini (Rabu, red) akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Menpora.

Terima Kasih Zohri

Raut bahagia terlihat dari wajah  Zohri ketika mendapat sambutan yang luar biasa. Bahkan ketika dia mendangar akan mendapatkan hadiah pembangunan rumah dari Presiden Jokowi, Zohri langsung meneteskan air mata.

“Saya tidak menyangka mendapat sambutan seperti ini. Untuk penghargaan pembangunan rumah, saya masih banyak kenangan dengan rumah itu, terutama ketika mengenang ibu dan bapak saya. Terima kasih kepada semuanya yang telah menyambut saya,,” kata Zohri dengan meneteskan airmata.

Lalu Muhammad Zohri, pria kelahiran 1 Juli 2000 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, anak ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad. Ia kehilangan ibundanya sejak bangku Sekolah Dasar dan setahun yang lalu ayah tercintanya meninggal dunia. Saat ini ia hanya bersama dengan saudara-saudaranya, Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti di kediaman sederhana di Lombok Utara.

Tahun 2017 Zohri bergabung dengan pelatnas dan sejak saat itu ia sering mengikuti berbagai ajang perlombaan dan pada puncaknya menjadi anak muda tercepat setelah mencatatkan waktu 10,18 detik pada nomor 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik Junior.

Ia mampu menyingkirkan favorit juara, peringkat kedua dan ketiga yang didapat pelari Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

Berdasarkan catatan resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), dalam 32 tahun penyelenggaraan, ini sejarah baru Indonesia dalam even ini setelah tahun 1986 hanya mampu peringkat delapan babak penyisihan.

“Saya bangga bisa membuat sejarah di sini. Ini sangat luar biasa bagi saya, saya bersyukur kepada Allah,” katanya sambil meneteskan air mata.

Catatan Prestasi Zohri:

Juara 1 Kejuaraan Nasional PPLP (Pusan Pendidikan dan Latihan Pelajar) nomor 100 meter (10,25 detik)

Emas Kejuaraan Atletik Asia Junior nomor 100 meter (10,27 detik) di Gifu, Jepang.

Emas Westwood Rafer Johnson & Jackie Joyner-Kersee Invitational nomor 100 meter (10,36 detik) di Amerika Serikat.

Perak Test Event Asian Games 2018 nomor 100 meter (10,32 detik).

Emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 nomor 100 meter (10,18 detik) di Tempere, Finlandia.(Setkab)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home