Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 07:42 WIB | Senin, 28 November 2016

Presiden Dijadwalkan Kunjungi Pondok Pesantren Berbasis Wirausaha

Pondok Pesantren Mukmin Mandiri memamerkan produk kopinya. Pesantren yang berdiri pada 2006 ini berhasil mengembangkan bisnis kopi yang sudah menembus pasar dalam negeri dan pasar ekspor. Ekspor perdana ke Australia dengan merek Kopi Raja, dilakukan pada Agustus 2016 mencapai 25 ton per bulan. (Foto: Pondok Pesantren Mukmin Mandiri)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi Pondok Pesantren Mukmin Mandiri yang berbasis wirausaha agrobisnis dan agroindustri di Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Desember 2016.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (28/11), mengatakan rencana kunjungan Presiden ke pesantren tersebut berawal dari pertemuan Presiden dengan pelaku UKM di istana, Jumat (25/11), yang juga dihadiri pemimpin Pesantren Mukmin Mandiri Muhammad Zakki.

Pada pertemuan tersebut, Puspayoga mengatakan, Presiden mendapatkan banyak penjelasan dari Muhammad Zakki tentang pengembangan pesantren berbasis kewirausahaan. Saat mendapat penjelasan tersebut, Presiden tertarik untuk mendatangi langsung pesantren tersebut.

"Rencana kunjungan Presiden pada Desember, kepastian tanggalnya masih akan ditentukan," kata Puspayoga.

Pesantren Mukmin Mandiri merupakan contoh pesantren yang bisa memadukan kewirausahaan dan ilmu agama.

Para santri yang menimba ilmu di pesantren tersebut tidak hanya diperkuat dengan ilmu agama, namun juga dididik agar mampu mandiri secara ekonomi.

Pesantren yang berdiri pada 2006 ini tercatat berhasil mengembangkan bisnis kopi yang sudah menembus pasar ekspor dan pasar dalam negeri. Ekspor perdana ke Australia dengan merek Kopi Raja, dilakukan pada Agustus 2016 mencapai 25 ton per bulan.

Zakki mengatakan pengelolaan usaha kopi dilakukan para mulai dari pengolahan, marketing, keuangan. Para santri tetap mendapat bayaran dari kegiatan yang dilakukannya. Tiap bulan, pesantren mampu memproduksi 65 ton kopi dari kebun seluas 615 hektare di Tulungagung, Jawa Timur.

Ia menyebutkan, permintaan sebenarnya melebihi produksi tapi karena keterbatasan waktu para santri karena mereka juga butuh waktu belajar.

"Saya mendirikan pesantren ini memang tujuannya adalah mengembangkan kewirausahaan bagi santri. Apa yang dikembangkan di pesantren ini bisa diadopsi di pesantren lain agar para santri setelah lulus, bisa mandiri dan merdeka secara ekonomi," katanya. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home