Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 18:33 WIB | Jumat, 17 Februari 2017

Presiden Jokowi Keluhkan Singkatan Kata yang Panjang

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan ketika menghadiri 'financial close' untuk pembiayaan proyek investasi non anggaran pemerintah (PINA) di Istana Negara Jakarta, Jumat (17/2). Financial Close yang digelar Kementerian/ Bappenas merupakan komitmen pemerintah mendiversifikasi pembiayaan dan mengurangi ketergantungan belanja APBN dan memperbesar peranan swasta, selain itu juga memanfaatkan sumber pembiayaan jangka panjang dari dana pensiun dan perusahaan pembiayaan infrastruktur. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan singkatan-singkatan yang dipakai saat ini panjang-panjang sehingga dia sering lupa menyebutnya.

"KPBU, ini singkatanya kok yah kadang-kadang sulit, apa ini kepanjangannya. Kerja sama Pemerintah Badan Usaha singkatannya paling panjang, tiga (huruf) gitu lo.. PPP (public private partnership) kan enak," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya acara "financial Close" pembiayaan proyek investasi nonanggaran pemerintah (PINA) di Istana Negara Jakarta, hari Jumat (17/2).

Jokowi mengaku, sering kebalik-balik dalam menyebut beberapa singkatan yang dipakai dalam beberapa kementerian dan meminta memakai singkatan yang pendek-pendek.

"Carikan yang pendek-pendek, senengnya singkatan panjang-panjang. RPJMP, RPJMN, saya kadang-kadang ingat, kadang kadang luput, Rencana Pembangunan Jangka Menengah... hadeuh," ucap Presiden yang disambut ketawa para undangan yang memenuhi Istana Negara.

Dalam acara "Financial Close" pembiayaan PINA ini, Presiden didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Sedangkan beberapa menteri Kabinet kerja yang hadir di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong. (Ant)

 

Back to Home