Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 15:00 WIB | Jumat, 22 Desember 2017

Presiden Jokowi Tawar Menawar Dagangan Mama-Mama Papua

Presiden Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat kepada masyarakat di Gedung Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong, Rabu (20/12). (Foto: BPMI)

RAJA AMPAT, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tawar-menawar dengan mama-mama Papua penjual salak, pinang dan sagu saat menghadiri peringatan Hari Ibu Nasional di Pantai Waisai Torang Cinta Raja Ampat, Papua Barat, hari Jumat (22/12).

Dalam acara itu, Presiden memanggil tiga mama-mama Papua, penjual salak bernama Syana, Selina yang berjualan sagu dan penjual pinang bernama Feli dan meminta mereka memperkenalkan diri.

Kepada Syana, yang menjual salak hasil kebunnya sendiri, Presiden bertanya: "Tadi satu tumpuk berapa kilo?"

Syana mengaku tidak menimbang salak yang dia jual. Presiden kemudian menanyakan harga satu tumpuk salak, yang menurut Syana Rp30.000.

"Kenapa tidak Rp10.000," kata Presiden, menawar. Syana tertawa mendengar Presiden menawar.

"Ibu ini pertanyaan. Kalau bisa jawab saya beri sepeda," kata Jokowi.

Syana pun menjawab: "Karena salaknya tidak musim. Jadi karena tak musim jadi Rp30.000."

Presiden membenarkan alasan Syana menaikkan harga salak karena sedang tidak musim. Syana mengatakan akan menggunakan hasil jualan salaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak ketika Presiden bertanya.

Ketika menyapa Feli yang berjualan pinang, Presiden mengatakan. "Waduh kalau pinang saya beli untuk apa," katanya.

Feli kemudian menjelaskan manfaat pinang untuk membantu mengatasi bau mulut, memperkuat gigi, bahkan membantu mengatasi penyakit gula (diabetes).

"Jadi kalau saya makan itu terus gigi saya kuat? Berani jamin?" tanya Presiden.

"Dijamin Pak," kata Feli, yang membawa 20 tumpuk pinang dengan harga per tumpuk Rp10.000.

"Waduh habis berapa lama itu. Ini ngambil dari mana pinangnya?" tanya Jokowi.

Feli mengatakan dia memperoleh pinang dari kebun sendiri dan kalau kurang membeli dari pulau lain. Dia mengaku sehari bisa mengumpulkan Rp300.000-500.000 dari jualan pinang.

"Kaya dong kalau tiap hari bisa dapat Rp300.000-500.000," kata Presiden.

Feli mengatakan uang hasil dagangnya digunakan untuk mengkuliahkan dua anaknya di Jakarta dan Bandung. Menurut dia, kedua anaknya juga mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah.

"Berarti dua-duanya bagus. Ibu bagus, pemerintahnya bagus," kata Presiden.

Selanjutnya Presiden menyapa Selina, yang menjual sagu untuk membuat Papeda. "Delapan potong sama satu tumang," kata Selina, menjawab pertanyaan Presiden tentang banyaknya sagu yang dia bawa.

Saat Jokowi menanyakan harga per potong sagu jualannya, sambil malu-malu Selina menjawab: "Rp20.000 kalau di pasar, kalau di sini Rp30.000."

"Di pasar Rp20.000, di sini Rp30.000. Kalau yang beli Presiden berapa," kata Jokowi.

"Dari Bapak saja," jawab Selina, yang akan menggunakan uang hasil dagangnya untuk membangun rumah.

Presiden membeli sagu Selina dengan harga Rp40.000 per potong. "Saya bawa pulang untuk dimasak dijadikan Papeda," katanya. (Antara)

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home