Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Bayu Probo 19:51 WIB | Selasa, 27 Januari 2015

Presiden: Masa Bangun Tol 17 km Sampai 2 Tahun?

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan) mendengarkan penjelasan Presiden Direktur PT Pertamina Gas Hendra Jaya (kanan) mengenai proyek gas milik Pertamina di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Kabupaten Simalungun, Sumut, Selasa (27/1). Presiden Joko Widodo mencanangkan dimulainya pembangunan tujuh proyek strategis di Sumatera Utara meliputi pembangunan pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung-Sei Mangkei, proyek diversifikasi aluminium serta jalan tol Medan-Binjai yang ditargetkan selesai pada 2017 mendatang. (Foto: Antara/Septianda Perdana)

BATUBARA, SATUHARAPAN.COM – Presiden Joko Widodo meminta Hutama Karya mempercepat penyelesaian pembangunan jalan Tol Medan-Binjai, Sumatera Utara dari rencana selama dua tahun.

“Harus bisa dipercepat. Masa 17 km (kilometer) sampai dua tahun,” kata Presiden saat teleconference dengan pihak Hutama Karya sebagai pelaksana proyek tol itu di Pelabuhan Multi Purpose Kuala Tanjung, Batubara, Sumut, Selasa (27/1).

Ia mengatakan itu usai melakukan peresmian pencanangan “groundbreaking” pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung-Sei Mangkei, proyek diversifikasi aluminium serta Tol Medan-Binjai.

Menurut Presiden, permintaan percepatan pembangunan jalan tol itu termasuk perampungan semua infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei karena selain untuk mempercepat pembangunan juga karena bosan melihat Gubernur Sumut terus meminta dan mendesak pembangunan tersebut.

“Saya sering ke Medan, Sumut dan terus ditanyain Gubernur Sumut tentang mundur dan mundurnya terus proyek itu. Jadi proyek itu harus diselesaikan secepatnya,” katanya.

Pada teleconference itu, Jokowi minta Hutama Karya memenuhi janji bisa menyelesaikan pembangunan tol tersebut sebelum dua tahun.

“Janji ya , tol-nya harus selesai sebelum dua tahun,” ujar Presiden.

Jokowi juga menanggapi senada soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang infrastrukturnya harus segera dibangun tuntas.

Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho sebelumnya mengatakan jalan Tol Medan-Binjai yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera itu memang mendesak untuk dioperasikan.

Selain untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan itu, juga menumbuhkan perekonomian kawasan itu dan akan berimbas positif secara keseluruhan di Sumut.

“Pemprov Sumut akan membangun Mebidangro (Medan-Binjai-Deliserdang-Karo) sehingga tol itu sangat memberi manfaat,” katanya.

Tol Medan-Binjai dan tiga ruas lainnya yakni Bakauheni-Terbanggi sepanjang 139 km, dan Palembang-Indralaya 22 km serta Pekanbaru-Kandis, Dumai dengan panjang 126 km adalah empat ruas tol Trans Sumatera tahap pertama.

Jalan Tol Medan-Binaji 17 km itu sendiri terdiri dari Semayang - Binjai 4,17 km, Helvetia - Semayang 6,14 km dan Tanjung Mulia-Helvetia 6,33 km.

Peletakan batu pertama Tol Medan-Binjai itu berada di Stasiun Akhir Tol Medan-Binjai yakni di kawasan Megawati.

Direktur Bina Teknik Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat Subagyo menyebutkan, terkait pembangunan tol itu, sudah ada penandatanganan Surat Pelepasan Hak (SPH) oleh PTPN II yang ditandatangani Dirut PTPN tersebut. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home