Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 06:36 WIB | Selasa, 29 September 2020

Presiden Minta Pengobatan dan Perawatan Pasien COVID-19 Sesuai Standar

Presiden Joko Widodo ketika berbicang dengan Sifira Kristingrum, seorang perawat di RSAL Dr. Ramelan, Surabaya melalui video pada hari Minggu (27/9). (Foto: Setneg)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pengobatan dan perawatan pasien COVID-19 di ruang ICU dan ruang isolasi harus mengacu standar kementerian Kesehatan.

"Ini penting sehingga kita harapkan angka kematian akan turun, angka kesembuhan akan lebih baik lagi," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin (28/9).

Laporan terbaru menyebutkan rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada 22,46 persen, sedikit di bawah rata-rata kasus aktif dunia sebesar 23,13 persen.

Dibandingkan data bulan lalu, rata-rata kematian akibat COVID-19 di Indonesia juga menurun dari 4,33 persen menjadi 3,77 persen. Meski perlu diakui bahwa angka tersebut masih di atas rata-rata kematian dunia yang berada pada angka 3,01 persen.

Mini Lockdown

Presiden meminta Komite Penanganan COVID-19 agar metode intervensi lokal diterapkan di berbagai wilayah. Menurut dia, intervensi lokal atau pembatasan berskala mikro di tingkat desa, kampung, RT, RW, dan lingkup lokal lainnya jauh lebih efektif apabila dilakukan secara berulang dan sesuai dengan data penyebaran wilayah di satuan kecil.

"Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, kampung, RW, RT, kantor, maupun pondok pesantren, saya kira lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisasi satu kota, kabupaten, apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang," katanya.

Terkait rencana vaksinasi massal bagi masyarakat ketika vaksin COVID-19 tersedia, Jokowi minta jajarannya merencanakan betul seawal mengenai pelaksanaannya. "Saya minta dalam dua pekan ini sudah ada perencanaan yang detail kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, hingga siapa yang divaksin pertama. Semuanya harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada langsung pelaksanaan di lapangan," katanya.

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home