Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 07:25 WIB | Senin, 31 Juli 2017

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Dilarikan ke RS

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. (Foto: dok./Ist)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM - Di tengah tensi meninggi konflik Israel-Palestina terkait Masjid Al-Aqsa, Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, dilarikan ke rumah sakit di Ramallah pada hari Sabtu (29/07). 

Juru bicaranya mengatakan, Abbas dirawat di rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Namun,  dokter dan pejabat Palestina yang berbicara tanpa menyebutkan nama pada hari Minggu (30/07) mengatakan kepada media bahwa Abbas, 82, dirawat di rumah sakit karena kelelahan dan stres.

Abbas memiliki masalah kelebihan berat badan dan perokok berat, meski kabarnya dia baru beralih ke rokok elektronik. Dia mendapat kateterisasi jantung pada bulan Oktober 2016 setelah menderita sakit dada, sebuah prosedur yang dia juga lakukan pada tahun 2008 dan 2005. Dia menjalani operasi prostat di Amerika Serikat pada tahun 2001.

Abbas, yang telah menjadi presiden Otoritas Palestina selama lebih dari satu dekade, belum menunjuk seorang pengganti jika kesehatannya memburuk.

Haaretz melaporkan pada hari Minggu bahwa Kementerian Pertahanan Israel prihatin dengan apa yang diyakini adalah memburuknya kesehatan  Abbas, yang akan menyebabkan perubahan  politik di Otoritas Palestina.

Abbas diketahui mengalami hari-hari yang berat dalam mengelola krisis dengan Israel, yang mengharuskannya terus-menerus memonitor peristiwa demi peristiwa di Palestina, melakukan pertemuan dengan para penasihatnya dan juga dengan para pemimpin Fatah, serta harus tetap mengadakan kontak dengan para pemimpin Arab dan diplomat Barat.

Abbas juga mengkhawatirkan semakin kuatnya hubungan antara Hamas dan Mohammed Dahlan yang berada dibawah naungan Mesir, yang dapat mengarah pada perlawanan terhadap posisi Abbas. Pekan-pekan terakhir ini Otoritas Palestina mengeraskan pendekatannya terhadap Israel, yang ditengarai sebagai bagian dari reaksi persaingan dengan Hamas.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home