Loading...
INDONESIA
Penulis: Martha Lusiana 11:47 WIB | Jumat, 14 Agustus 2015

Presiden Rombak Kabinet, Wujud Janji Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kiri), Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (ketiga kanan), Menteri PPN/Kepala Bappenas Soyan Djalil (kanan), Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (kiri), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), berbincang saat akan mengikuti acara pengucapan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan, perombakan kabinet yang dilakukannya pada Rabu (12/8) kemarin merupakan jembatan demi mewujudkan janji untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat. 

"Perombakan kabinet tersebut adalah salah satu jembatan terbaik untuk mewujudkan janji saya pada rakyat, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan mereka," kata Presiden dalam Sidang Paripurna dalam rangka Sidang Tahunan MPR 2015 di Jakarta, Jumat (14/8).

Dengan perombakan kabinet tersebut, menurut Presiden, diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintah sehingga percepatan pembangunan nasional bisa terwujud.

"Pemerintah mengakui, masih banyak persoalan yang menghadang kita. Sampai hari ini ketidakstabilan harga pangan masih terjadi, kesenjangan kaya dan miskin dan antarwilayah masih terbuka, praktik korupsi masih berlangsung, dan penegakkan hukum belum sepenuhnya kokoh," kata dia.

Oleh sebab itu, Presiden mengatakan, pemerintah akan bekerja keras guna memerangi persoalan-persoalan tersebut. 

"Khusus untuk ranah politik, terutama menyangkut pertentangan internal di beberapa partai politik, pemerintah bersikap netral dan berharap persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan baik," ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut dinyatakan bahwa pemerintah secara bertahap menjalankan program pembangunan nasional seperti yang telah digariskan dalam Nawacita.

"Pemerintah melakukan transformasi fundamental ekonomi dan mengubah paradigma pembangunan dari yang bersifat konsumtif ke produktif," kata Presiden.

Pada Sidang Paripurna tampak sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden hadir, diantaranya mantan Presiden BJ Habibie, mantan Presiden Megawati, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, dan mantan Wakil Presiden Boediono beserta istrinya Herawati Boediono.(Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home