Google+
Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 22:43 WIB | Jumat, 24 Januari 2020

Pria India Tewas Oleh Ayam Sabungnya Sendiri

Sabung ayam yang menggunakan pisau yang diikat pada taji ayam, menjadi persabungan yang mematikan, terutama bagi ayam itu. (Foto: dok. AP)

NEW DELHI, SATUHARAPAN.COM-Seorang pria tewas akibat pisau tajam yang diikat pada taji ayam jantan aduan di India, kata polisi, hari Kamis (23/1) yang dikutip kantor berita DPA. Insiden ini menarik perhatian terkait praktik sabung ayam yang kontroversial, yang terus terjadi di negara itu dalam skala besar, meskipun ada aturan yang melarangnya.

Korban itu, Saripalli Venkateswara Rao, 53 tahun, sedang memegang ayam jantan dalam arena sabung ayam yang mematikan di desa Pragadavaram, pekan lalu. Ketika ayam itu tengah bertarung bebas, kakinya menampar pemiliknya.

"Rao berusaha untuk bertahan dari lukanya, tetapi dia mendapat luka tusuk yang dalam dari pisau tajam kecil yang melekat pada kaki ayam, yang juga memotong urat utama pada pahanya dan menyebabkan pendarahan besar," kata perwira polisi M Snehita.

"Dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Dokter mengatakan insiden itu mengejutkan pria itu, dan juga menyebabkan serangan jantung," tambahnya.

Insiden itu terjadi pada 15 Januari, tetapi laporan muncul di media India baru beberapa hari kemudian, menyebabkan polisi regional mengintensifkan tindakan keras terhadap peristiwa tersebut. "Ini adalah insiden yang tragis, tetapi ironis bahwa ayam jantan milik pria itu menang dan membunuh lawannya. Dia membawa hadiah untuk pemiliknya yang terbunuh olehnya juga... Ayam jantan itu lolos, kita tidak bisa melacaknya," kata perwira polisi P. Rajesh.

Mahkamah Agung India telah melarang sabung ayam dan menyatakan sebagai pelanggaran Undang-undang Pencegahan Kekejaman Terhadap Hewan yang dikeluarkan tahun 1960. UU itu melarang pengorganisasian atau menghasut perkelahian binatang. Tetapi puluhan juta rupee bertukar tangan sebagai taruhan ketika sabung ayam terus dilakukan di beberapa daerah di selatan India terutama pada Makar Sankranti, sebuah festival panen Hindu, yang dirayakan pada pertengahan Januari.

Kegiatan itu, sering diuduh mendapat perlindungan oleh politisi lokal dan sejumlah besar uang yang beredar berarti bahwa polisi dan lembaga penegak hukum memandang sabung ayam ini dengan cara yang sebaliknya, kata para aktivis hak-hak hewan mengeluh.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home