Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 08:09 WIB | Jumat, 16 September 2016

Profil Pendeta Darwin Lumbantobing, Ephorus Baru HKBP

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama istri (tengah) didampingi mantan Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus dan istri berfoto bersama disela-sela Ibadah syukur yang digelar di kantor KRP HKBP Komplek STT Pematangsiantar, hari Kamis (7/1). (Foto: hariansib.co)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pendeta Dr. Darwin Lumbantobing terpilih sebagai ephorus  gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melalui proses pemungutan suara dalam Sinode Godang (SG) gereja  tersebut yang diadakan di Seminarium HKBP, di Sipoholon, Tapanuli Utara, Kamis (15/9). Pdt Darwin terpilih dengan perolehan  suara 924, mengalahkan calon lainnya, Pdt Dr Robin Butarbutar (641 suara).

Darwin saat ini menduduki jabatan Ketua Rapat Pendeta (KRP) HKBP mempunyai posisi yang sama dengan Ephorus WTP Simarmata, yang akan digantikannya,  sebelum terpilih menjadi Ephorus HKBP 2012-2016. Selain itu, Darwin dikenal luas di kalangan kolega sesama pendeta karena lama menjabat Ketua STT HKBP Nommensen, Siantar.

Darwin sudah lama mempersiapkan diri menuju pucuk pimpinan tertinggi HKBP. Beberapa sumber penting di HKBP mengungkapkan bahwa kans dari Darwin Tobing sangat besar untuk menggantikan Ephorus Pdt. WTP Simarmata.

Dalam rangka menyongsong Sinode Godang HKBP yang akan diadakan tanggal 12-18 September 2016, Pdt. Darwin Tobing jauh-jauh hari telah mengimbau agar tetap mempererat tali persaudaraan, parhahamaranggion, sesama pendeta HKBP.

Sinode Godang memilih dan menetapkan jabatan untuk Ephorus, Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Diakonia dan Kepala Departemen Marturia serta 30 orang Praeses HKBP, sesuai  jumlah distrik yang ada.

Darwin mengingatkan sejarah HKBP yang mencatat setiap periodesasi di HKBP yang selalu rawan konflik. Dia berharap sekecil apapun yang berpotensi menimbulkan konflik harus segera diatasi.

"Jangan dibiarkan! Jangan ada yang membiarkan seseorang melakukan suatu tindakan yang dapat menyulut konflik!," harapan itu disampaikan Darwin Lumbantobing, sehubungan adanya gejala yang tidak sehat dalam persaingan bursa pencalonan kepemimpinan menjelang Sinode Godang HKBP seperti dikutip tabloidpodium.com, hari Senin (29/8).

Dalam suatu kesempatan Darwin mengatakan kepada wartawan bahwa Sinode Godang merupakan kegiatan yang lumrah dan biasa dalam menentukan pergantian pimpinan. Menurut dia, Sinode Godang memiliki tujuan untuk mencari pimpinan yang terbaru dan terbaik, yang dapat mengaktualisasikan semua masalah di HKBP.

"Saya sudah dua periode menjabat sebagai rektor STT-HKBP, sekarang menjabat selaku ketua Rapat Pendeta mempunyai peluang yang sangat terbuka untuk menjabat Ephorus HKBP," katanya seperti dikutip otonominews.com, hari Senin (12/9).

Dia mengatakan saat ini banyak mantan anak didiknya menjadi Pendeta Resort (pimpinan wilayah) yang memiliki hak suara dalam pemilihan mendatang.

"Selain itu saya pun merasa sangat dekat dengan para Pendeta dan keluarga, karena banyak terlibat langsung dalam persoalan-persoalan Pendeta secara internal, umum, dan secara konstitusional," katanya.

Biro Personalia harus Berdayaguna

Menyinggung tetang visinya terkait persoalan yang sering dialami para Pendeta, salah satunya tentang kisruh dalam penempatan tugas, Darmin mengatakan hal itu disebabkan karena ketidakseuaian antara kebutuhan jemaat dengan kemampuan Pendetanya, sehingga kelak harus banyak melakukan pelatihan kemudian diajarkan kembali kepada jemaat.

"Ke depan biro Personalia itu harus yang berdayaguna (serba bisa), dapat melayani, mengabdi secara konkrit dalam kehidupan sekecil apapun," kata peraih gelar doktoral dari LSTC Chicago, USA, tahun 1999 itu.

Bapak dari empat putera dan puteri lulusan pascasarjana dari universitas negeri, dan suami dari Mantasia br Siahaan itu memohon doa dan restu.

"Visi dan Misi saya harus sesuai dengan gereja, bahwa: 'HKBP its HKBP'," kata penggemar makanan "ikan na niarsik" itu menirukan judul bukunya ke-17 yang baru dia luncurkan pada pertengahan Agustus 2016 lalu.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home