Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 13:45 WIB | Selasa, 23 Februari 2021

Protes Digelar di Nasiriyah. Irak, Karena Layanan Publik Yang Buruk

Foto menunjukkan pengunjuk rasa Irak di sebelah ban yang terbakar saat bentrokan dengan polisi selama demonstrasi anti pemerintah di kota Nasiriyah di Provinsi Dhi Qar, Irak selatan. (Foto: dok. AFP/Asaad Niazi

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM-Seorang pria muda ditembak mati pada hari Senin (22/2) dalam protes di ibu kota Provinsi Dhi Qar, Irak bagian selatan. Protes dipicu oleh pelayanan publik yang buruk, kata sumber medis setempat.

Puluhan pengunjuk rasa berkumpul di depan kantor gubernur untuk menuntut pemecatan gubernur Nazem Al-Waeli karena kemerosotan layanan publik, kata seorang koresponden AFP di ibu kota provinsi itu, Nasiriyah.

Mereka membakar ban dan melempar batu ke gedung pemerintah, sebelum pasukan keamanan datang dan menggunakan gas air mata dan tembakan untuk membubarkan demonstrasi.

"Seorang demonstran yang berusia di bawah 20 tahun ditembak mati," kata sumber medis di Nasiriyah. Juga disebutkan empat pengunjuk rasa lainnya dan 12 pasukan keamanan terluka.

Otoritas Dhi Qar mengumumkan jam malam yang ketat di semua kota besar di seluruh provinsi untuk mencegah demonstrasi lebih lanjut.

Masalah Kemiskinan

Perang selama puluhan tahun, korupsi pemerintah, dan investasi kecil telah membuat air, listrik, dan pekerjaan umum lainnya di Irak benar-benar mengalami kekurangan.

Banyak rumah tangga hanya medapat beberapa jam aliran  listrik yang disediakan negara per hari atau mengeluh air dari keran yang tercemar. Kemarahan rakyat telah meletus menjadi protes di masa lalu.

Pada akhir 2019, frustrasi publik atas layanan yang buruk, pengangguran, dan korupsi berubah menjadi gerakan anti pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Irak selatan serta ibu kota Baghdad.

Hampir 600 orang telah terbunuh dalam kekerasan terkait protes sejak saat itu, termasuk dalam kekerasan massal pada demonstrasi, tetapi juga dalam pembunuhan terarah terhadap para aktivis. Di antara mereka ada lebih dari selusin pasukan keamanan yang tewas.

Pada bulan Januari, seorang polisi ditembak mati dan puluhan lainnya terluka dalam demonstrasi di Nasiriyah, yang telah lama menjadi pusat protes. (AFP)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home