Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 01:13 WIB | Rabu, 09 Oktober 2019

Puncak Upacara Kebo Ketan 2019 Siap Digelar

UKK 2019 Angkat Tema Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya
Puncak Upacara Kebo Ketan 2019 Siap Digelar
Prosesi persiapan penyembelihan kerbau dalam Upacara Kebo Ketan 2017 di lapangan Desa Sekar Putih, Widodaren-Ngawi, Minggu (3/12). (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Puncak Upacara Kebo Ketan 2019 Siap Digelar
Jadah dan wajik yang dibagikan kepada pengunjung pada Upacara Kebo Ketan 2017.

NGAWI, SATUHARAPAN.COM – Setelah mempersiapkan selama hampir satu tahun, LSM Kraton Ngiyom kembali menggelar Upacara Kebo Ketan (UKK) 2019 pada 8-9 November 2019. UKK 2019 akan digelar di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren-Ngawi mengangkat tema “Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya”.

Dalam rilis yang diterima satuharapan.com Rabu (2/10) Bram, panggilan penggagas Upacara Kebo Ketan Bramantyo Prijosusilo menjelaskan bahwa selain untuk penyelamatan mata air dan lingkungan sekitar Desa Sekaralas, Upacara Kebo Ketan juga berupaya membangkitkan kesenian rakyat dengan serbuk silang kreativitas dan disiplin penciptaan di Kraton Ngiyom sehingga melahirkan dua bentuk kesenian “baru” berupa musik Kronjal Kraton Ngiyom (Keroncong Jathilan) dan pentas prosesi Reog Mahesa Nempuh.

Selama 10 bulan, Denny ‘Dumbo’ Kusuma Yuda, pemain perkusi dari band Sirkus Barock telah memimpin latihan penciptaan di Desa Sekaralas bersama dengan kelompok Keroncong Kinasihan dari Kedunggalar dan campursari DhatNyenk dari Sekaralas. Dalam proses kolaborasi yang menjadi semangat dan cermin serbuk silang kreativitas tercipta satu jenis musik yang semula belum ada, yakni Keroncong Jathilan dan diperkenalkan dengan nama Kronjal.

Tiga pendekatan dilakukan dalam penciptaan jenis musik baru tersebut yakni musik yang diciptakan seketika dapat dikenali sebagai musik Indonesia, musik yang diciptakan enak dibuat berjoged, serta membawa semangat kebahagiaan.

Reog Mahesa Nempuh pernah ditampilkan di UKK III 2018, namun saat ini telah mengalami pengembangan dengan penambahan beberapa karakter melengkapi dhadhak kebo Mahesa Nempuh. Karakter baru tersebut diberi nama Mahesa Kanthong. Kedua dhadhak kebo tersebut akan dimainkan bersama barongan dan topeng ganong dalam puncak prosesi UKK 2019 di lapangan Desa Sekaralas.

Kedua kesenian rakyat tersebut pernah beberapa kali diperkenalkan kepada masyarakat umum diantaranya di Kedai Kebun Forum - Yogyakarta, kompleks Jogja National Museum-Yogyakarta, Pendapa Kabupaten Ngawi, serta pelataran Candi Prambanan.

Prosesi Puncak Upacara Kebo Ketan 2019

Pada hari pertama penyelenggaraan UKK 2019, Jum’at (8/11) akan dimulai dengan “Guyangan Kebo Ketan” di Rumah Tua Sekaralas mulai pukul 16.00 WIB yang rencananya akan diiringi dengan tari Topeng Losari Cirebon oleh Nani Dewi Sawitri. Pada malam harinya kelompok kethoprak Puspa Budaya dari Ngawi akan mementaskan satu kisah tentang Sendang Margo dan Sendang Ngiyom di lapangan Desa Sekaralas.

Puncak Upacara Kebo Ketan sendiri akan berlangsung pada hari Sabtu (9/11) dimulai dengan penampilan kesenian Reog Ponorogo dari Desa Sekaralas keliling desa di pagi sampai sore hari. Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB, dilaksanakan sakralisasi Kebo Ketan oleh Galih Naga Seno dan Rama Pandhita Padma Wira Dharma, pemuka agama Kasogatan Jawa dan Dirajo Maharajo dengan ritual Sriwijaya kuna, serta (kemungkinan juga) perwakilan dari agama Sunda Wiwitan, di Rumah Tua Sekaralas.

Arak-arakan Kebo Ketan dari Rumah Tua Sekaralas menuju lapangan Desa Sekaralas dimulai seusai sholat maghrib. Di Lapangan Desa Sekaralas. Rombongan akan disambut oleh Sekar Pangawikan. pimpinan Bambang Nursinggih dan diserahkan kepada sesepuh, yang bila tiada halangan, akan diperankan tokoh senior Suprapto Suryodarmo dan Nyoman Cahaya. Setelah Kebo Ketan disanggrahkan di panggungnya, dilaksanakan Gelar Pasukan Semut dan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya lengkap 3 stanza sebagai tanda dimulainya Upacara penyembelihan Kebo Ketan. Sebelum disembelih seniman Bulukumba Andi Ichdar Farabi akan memberikan salam dan membaca mantra di dalam bahasa Bugis.

Setelah penyembelihan Kebo Ketan disampaikan beberapa sambutan kebudayaan yang rencananya akan disampaikan oleh Moh. Mahfud MD (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) dan KH Marsudi Syuhud (Ketua PBNU).

Setelah pidato kebudayaan, acara akan dilanjutkan dengan pentas seni menampilkan Mike bersama Merjinal band, Kronjal berkolaborasi-medley dengan artis-musisi lainnya diantaranya dua musisi asal Australia Margaret Bradley (instrumen tiup) dan Ron Reeves (perkusi).

Penampilan berikutnya Reog Mahesa Nempuh akan berkolaborasi bersama Jathilan Among Budaya Kleco dari Kulonprogo, Raung Budaya dari Ambarawa, Bantengan Akur Hakarya Budaya dari Batu, Duta Seni Boyolali, dan Semoyo Endo Delanggu, dan Kalachakra Flow Art. Puncak prosesi UKK 2019 akan diakhiri dengan pembakaran Mahesa Dahana.

Untuk menyelaraskan karya-karya para seniman pendukung dengan batang tubuh pentas seni yang disiapkan Kronjal dan Reog Mahesa Nempuh, rencananya akan dilakukan ArtCamp di desa Sekaralas, pada tanggal 5, 6, dan 7 November 2019 di Sendang Margo dan Sendang Ngiyom.

Selain itu panitia UKK 2019 juga menyelenggarakan lomba foto instagram dengan tema Upacara Kebo Ketan. Setiap peserta hendaknya memasang tagar #UPACARAKEBOKETANFOTO2019 dalam unggahannya dan setiap unggahan yang mendapatkan lebih dari 100 Like, akan dipertimbangkan dewan juri. Seorang pemenang mendapatkan hadiah merchandise panitia Upacara Kebo Ketan.

Sebagaimana penyelenggaraan sebelumnya, tidak ada rebutan makanan wajik-ketan merah-putih dan lainnya yang diarak. Panitia menyediakan makanan tersebut dalam jumlah yang cukup dari hasil panen mereka yang disisihkan selama hampir satu tahun sejak beberapa hari setelah UKK 2018 selesai.

Untuk bisa menikmati wajik-ketan merah-putih, Anda tidak perlu saling sikut dan berebut untuk memperolehnya. Datanglah pada UKK 2019 di Desa Sekaralas Kecamatan Widodaren-Ngawi pada 8-9 November 2019 sambil menikmati panganan tersebut, Anda masih bisa melihat chaos-nya pertunjukan kolosal dari semaian ‘serbuk silang kreativitas’ seniman nusantara. Sambil berkumpul-berdialog menyemai sadarnya hati sadarnya budi untuk Indonesia yang bahagia.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home