Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:46 WIB | Kamis, 14 Maret 2019

Radio Republik Indonesia sebagai Penyampai Pesan Mitigasi Bencana

Kepala BNPB Doni Monardo, hadir sebagai pembicara dalam Rapat Kerja LPP RRI tahun 2019 dalam tema "Transformasi Manajerial menuju RRI yang Efisien". Media merupakan bagian penting dalam penanggulangan bencana, pada Selasa (13/3). (Foto: bmkg.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM –  Kepala BNPB Doni Monardo hadir sebagai pembicara dalam Rapat Kerja LPP RRI tahun 2019 dalam tema "Transformasi Manajerial menuju RRI yang Efisien". Media merupakan bagian penting dalam penanggulangan bencana. "Dalam pentahelix, media adalah salah satunya. RRI sebagai corong menyampaikan pesan mitigasi bencana langsung kepada rakyat," kata Doni Monardo di Jakarta Pusat, Selasa (13/3).

Dengan semangat Kepala BNPB mengatakan, "Sekali di udara tetap di udara," sambil menyemangati peserta rapat. RRI diharapkan dapat mengedukasi masyarakat, karena dapat langsung menyentuh masyarakat langsung. RRI paling kompeten menyampaikan kepada masyarat yang dapat juga melibatkan pakar atau akademisi dalam penyiarannya.

Salah satu contoh, menyampaikan pesan yang sederhana seperti jangan membuang sampah ke sungai. Membatasi penggunaan plastik, karena Indonesia termasuk dalam pengguna plastik terbesar nomer dua di dunia. Tidak membakar hutan dan lahan, di enam provinsi yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

"Kerugian negara beberapa tahun lalu akibat karhutla sangat besar, mencapai 221 triliun" kata Doni.

Prioritas dalam aksi Pengurangan Risiko Bencana (PRB), dengan mengetahui risikonya adalah investasi PRB untuk ketangguhan. "Semua pembangunan harus berorientasi dalam pengurangan risiko bencana sesuai arahan presiden,” katanya.

Bencana alam merupakan peristiwa yang selalu berulang. Selain teknologi dapat juga dengan mitigasi vegetasi yang dianggap efektif dalam menyelamatkan lingkungan. Seperti pohon butun, Carita, Banten yang dapat menyelamatkan polisi saat terkena tsunami. Serta pohon lainnya, antara lain cemara udang, bakau, palaka, pule, waru, dan ketapang, 

"Jangan terlalu mengandalkan teknologi, setiap daerah memiliki ketangguhan dan kearifan lokal masing-masing. Kita bisa menjadi pahlawan kemanusiaan, bila banyak nyawa manusia terselamatkan, namun bisa menjadi pembunuh potensial jika tidak berbuat apa-apa,” kata Doni Monardo.

Direktur RRI Mohammad Rohanudin menyambut baik ajakan BNPB dalam megedukasi masyarakat melalui radio di seluruh Indonesia.

"RRI dapat menjadi radio mitigasi. Bersama kita bisa dan kita berpihak menjadi radio mitigasi bencana untuk keselamatan orang banyak," katanya.

Untuk mendukung kegiatan ini, rencana ke depannya RRI akan mengundang 40 penyiar terbaiknya. "untuk mendapatkan pengarahan agar dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat lebih berbobot,” kata Rohanudin.(bmkg.go.id)

 

Back to Home