Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 02:23 WIB | Rabu, 18 September 2019

Raja Salman Memperingatkan Serangan Aramco Mengancam Ekonomi Global

Raja Salman menekankan bahwa Arab Saudi akan terus mempertahankan wilayah dan fasilitasnya dari siapapun yang menyerang Kerajaan. (Foto: SPA)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM - Raja Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengutuk serangan terhadap fasilitas minyak Aramco dan menegaskan bahwa Arab Saudi mampu menangani 'serangan pengecut' ini.

"Serangan-serangan ini tidak hanya ditujukan pada instalasi vital Arab Saudi, tetapi juga mengancam ekonomi global," kata raja Arab Saudi itu pada hari Selasa (17/9), seperti dikutip Arab News.

Raja Salman menekankan bahwa Arab Saudi akan terus mempertahankan wilayah dan fasilitasnya dari mereka yang menyerang Kerajaan.

Dia meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan lebih keras untuk menghentikan serangan. Sementara itu, Dewan Menteri Saudi mengatakan bahwa serangan ini mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Amerika Serikat menuduh Iran atas serangan terhadap kilang minyak di Abqaiq dan ladang minyak Khurais. Arab Saudi mengatakan sedang menyelidiki siapa yang bertanggung jawab dan mengundang para pakar internasional untuk bergabung dalam penyelidikan.

Serangan awal pada hari Sabtu (14/9) telah mengurangi lima persen produksi minyak mentah dunia. Para pejabat AS mengatakan serangan itu tidak datang dari arah Yaman, tempat gerilyawan Houthi mengaku bertanggung jawab, tetapi dari arah Irak atau Iran.

Menteri energi Arab Saudi mengatakan Kerajaan akan mengembalikan produksi minyaknya pada akhir bulan ini.

Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman menegaskan bahwa Arab Saudi akan tetap mempertahankan perannya sebagai pemasok pasar minyak dunia.

Pada hari Selasa harga minyak turun sekitar enam persen usai komentar menteri energi tersebut, memantapkan pasar yang melonjak di tengah kekhawatiran suplai dan ketidakstabilan di kawasan itu.

Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Sabah Al-Khalid Al-Sabah pada hari Selasa meminta angkatan bersenjata negaranyawaspada dan bersiap menghadapi setiap insiden yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negara, kantor berita negara KUNA melaporkan.

Kuwait berdiri di belakang Arab Saudi setelah serangan itu, katanya. (arabnews.com)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home