Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 11:08 WIB | Senin, 01 Mei 2017

Ratu Kecantikan Asal Meksiko Jawab Panggilan Kristus

Ratu kecantikan asal Meksiko, Esmeralda Solis Gonzales menjawab panggilan Kristus dengan melayani orang-orang miskin. (Foto: Dok. pribadi Esmeralda)

MEKSIKO, SATUHARAPAN.COM – Esmeralda Solis Gonzales adalah perempuan muda yang dinobatkan sebagai ratu kecantikan tahun lalu di kota asalnya. Namun, sekarang dia membuat perubahan drastis dengan bergabung melayani orang miskin dalam pelayanan bagi orang miskin dalam institusi keagamaan The Poor Clare Missionaries of the Blessed Sacrament.

Perempuan berusia 20 tahun ini menyadari keputusannya menjadi perbincangan hangat di media sosial yang diunggah oleh akun resmi Facebook Miss Mexico.

Esmeralda lahir dari keluarga Katolik pada 12 April 1997 di Valle de Guadalupe, negara bagian Jalisco. Dia baru-baru ini tinggal di biara The Poor Clare Missionaries of the Blessed Sacrament di Cuernavaca, Morelos setelah meninggalkan karirnya sebagai ahli nutrisi.

“Anda tidak akan benar-benar tahu seperti apa kehidupan religius hingga Anda benar-benar ada di dalamnya. Sejauh ini saya bisa melihat berbagai pola pikir seperti apa dunia itu dan apa yang mereka tawarkan pada Anda,” kata Esmeralda kepada kantor berita Catholic News Agency (CNA).

“Saya merasa bahagia dengan apa yang saya miliki, namun itu tidak ada bandingannya dengan kebahagiaan yang Tuhan taruh saat ini dalam hati saya.”

Esmeralda menemukan The Poor Clare Missionaries sekitar lima tahun yang lalu saat ia berusia 14 tahun, ketika kepeduliannya akan panggilan religius itu ‘terbangun’ saat berada di kamp misi.

Dia menambahkan, hari-harinya selama di kamp itu sangat berat setelah melalui proses penajaman termasuk pada Maret 2017 ketika untuk pertama kalinya ia menyatakan kesediaannya bergabung pada Upacara Pelepasan.

“Waktu Tuhan itu sempurna. Selama proses penajaman ini, Dia mengizinkan saya untuk menjalani pengalaman seperti menjadi ratu kecantikan dan pengalaman lainnya, yang akan selalu membekas dalam ingatan saya dan membuat saya belajar banyak.”

“Panggilan ini selalu menggangguku. Seperti duri kecil dalam hidupku,” kata dia.

“Saya sadar bahwa saya harus membuat ruang dalam hidup saya untuk mengetahui apa yang sudah Tuhan rencanakan dalam hidup saya. Dalam proses penajaman panggilan ini saya juga mengalami ketakutan dan pertanyaan, tapi cinta dari Tuhan dinyatakan setiap hari sehingga membuat saya bisa mengatasi rasa takut,” kata dia.

Esmeralda mengatakan dia menyadari Tuhan memanggilnya untuk melayaniNya dengan cara yang radikal yaitu dengan memeluk salib Kristus dan hidup dekat dengan Tuhan. Dia percaya cara ini akan mengubah hidupnya.

“Hidup saya yang religius sangatlah singkat, tapi saya bahagia,” kata dia.

Dalam masa menemukan panggilannya, Esmeralda menghabiskan waktu untuk berdoa dan beramal, mencari tahu dari luar perubahan apa yang akan terjadi.

“Perubahan ini sangat berat bagi keluarga karena ini adalah keputusan saya sendiri, namun saya selalu mendapat dukungan dari orangtua, saudara kandung dan sahabat saya. Walaupun saya harus beradaptasi dengan perubahan yang ada, saya merasa jika Tuhan membutuhkan saya maka saya pasti dapat melaluinya,” kata dia.

Esmeralda memiliki beberapa pesan kepada kaum muda bahwa di dalam masa pencarian ini pasti akan menghadapi beberapa kesulitan, “tapi jika Anda terus melangkah dan berjalan bersama Tuhan, Anda akan mampu berjalan ke langkah berikutnya.”

“Dalam kehidupan yang religius, setiap hari adalah awal dan kesempatan yang baru untuk memperluas Kerajaan Tuhan. Upaya ini membutuhkan banyak pengorbanan namun akan berakhir bahagia,” kata dia.

Dia juga mengatakan memang benar bahwa kenyataan dan kebahagiaan yang ditawarkan dunia sangat menarik tapi kita harus fokus kepada sesuatu yang kekal.

“Jangan takut. Jika Tuhan memanggil Anda, dia yang akan mengurus semuanya. Yang Anda butuhkan adalah menerima Dia dengan damai, sukacita dan percaya diri. Saya percaya rasa takut adalah alasan utama kita tidak bisa menikmati kebahagiaan sejati yang hanya bisa ditawarkan Tuhan,” kata dia.

The Poor Clare Missionaries of the Blessed Sacrament adalah insitusi agama yang didirikan oleh Maria Ines Teresa Arias pada tahun 1945 di Cuernavaca, Meksiko.

Semangat institut ini adalah ekaristi, Bunda Maria, keimaman, misionaris dan berpusat pada Yesus dalam Sakramen Mahakudus.

Para misionaris bekerja di klinik, kelompok pemuda, sekolah, asrama universitas, pusat latihan spiritual, misi dan lain-lain. Mereka ada di Meksiko, Kosta Rika, Argentina, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Irlandia, Rusia, Jepang, Korea, Indonesia, Sierra Leone, Nigeria, Vietnam dan India.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum

Back to Home