Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:13 WIB | Sabtu, 28 Maret 2020

Ratusan TKI Pulang dari Malaysia Mulai “Banjiri” Riau

Ratusan TKI yang pulang dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan Kabupaten Meranti, Riau, Jumat (27/3/2020). (Foto: Antara/Kesbangpol Meranti)

PEKANBARU, SATUHARAPAN.COM – Ribuan TKI yang pulang dari Malaysia akibat kebijakan karantina wilayah atau lockdown di negara itu, mulai berdatangan melalui sejumlah pelabuhan di Provinsi Riau sejak Jumat (27/3).

Berdasarkan data yang dihimpun Antara di Pekanbaru, Sabtu (28/3), TKI pulang melalui dua pelabuhan di Riau. “Mereka dari Malaysia via Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, dilanjutkan ke Riau,” kata Kepala Dinas Informatika Komunikasi dan Statistik Riau, Chairul Riski, di Pekanbaru.

Pekerja migran Indonesia itu ada yang melalui Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai, sebanyak 61 orang pada Jumat lalu dan di dalamnya juga ada orang yang bukan TKI. Mereka berasal dari Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, dan Riau.

Kedatangan TKI paling banyak melalui Pelabuhan Tanjung Harapan di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang mencapai 580 orang.

Seluruh penumpang yang turun dari kapal diperiksa kesehatannya dan dinilai tidak ada yang terindikasi virus corona. Pemeriksaan cepat hanya berupa pengukuran suhu badan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan dan dinas kesehatan terkait. Orang positif COVID-19 dapat tidak menunjukkan gejala apa pun alias tampak sehat-sehat saja sampai masa inkubasinya selesai.

Ketika di pelabuhan, mereka juga langsung disemprot cairan disinfektan ke sekujur tubuh.

Ia mengatakan pada hari ini direncanakan seluruh TKI dipulangkan melalui Pelabuhan Dumai. Dari daerah tersebut TKI didistribusikan ke daerah asal masing-masing.

Pemulangan ada yang menggunakan bus untuk rute Sumatera Utara dan Jambi, sedangkan untuk rute Riau dan Sumatera Barat ada yang menggunakan mobil travel. Selain itu, ada juga yang dijemput pihak keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, mengatakan seluruh warga yang baru pulang dari Malaysia masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP), mengingat Malaysia adalah salah satu negara pandemi COVID-19.

“Diimbau yang berstatus OPD untuk mengisolasi secara mandiri, paling tidak 14 hari,” katanya. (Ant)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home