Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 10:19 WIB | Senin, 06 Juli 2015

Referendum Yunani Tolak Bailout

Referendum Yunani Tolak Bailout
Seorang perempuan keluar dari tempat pencoblosan dalam referendum Yunani di Athena, 5 Juli 2015. Hampir 10 juta pemilih Yunani mendatangi tempat pemungutan suara pada hari ini untuk berpartisipasi dalam referendum bersejarah dan sengit mengenai apakah akan menerima langkah penghematan ketat sebagai imbalan dana talangan, dalam sebuah perjudian yang dapat berujung keluarnya negara itu dari zona euro. AFP PHOTO/ LOUISA GOULIAMAKI
Referendum Yunani Tolak Bailout
Seorang wanita Yunani memegang sebuah bola pantai bertuliskan "Tidak" di Yunani saat sebuah demo pada 3 Juli 2015 untuk menggalang suara "Tidak" dalam referendum yang akan digelar di Athena. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mendesak pemungut suara untuk mengabaikan keresahan Eropa dan memilih "Tidak" dalam referendum pekan ini saat jajak pendapat menunjukkan dukungan lebih banyak untuk suara "Ya". AFP PHOTO/ ARIS MESSINIS
Referendum Yunani Tolak Bailout
Seorang demonstran pro-Uni Eropa mengibarkan bendera dalam unjuk rasa di depan gedung parlemen, Athena, 30 Juni 2015. Ribuan orang berunjuk rasa di Athena guna mendukung perjanjian dana talangan dengan sejumlah kreditur internasional yang ditolak Perdana Menteri Alexis Tsipras, menyebabkan Yunani berada di tubir kegagalan pembayaran utang. AFP PHOTO/ ARIS MESSINIS
Referendum Yunani Tolak Bailout
28 Juni 2015
Referendum Yunani Tolak Bailout
Anggota parlemen Syriza bereaksi terhadap pidato yang disampaikan oleh pemimpin partai Potami Stavros Theodorakis dalam sidang parlemen di Athena pada 27 Juni 2015. Yunani akan menggelar referendum pada 5 Juli tentang hasil negosiasi dengan kreditor internasional yang berlangsung di Brussel hari ini. AFP PHOTO/ ANGELOS TZORTZINIS
Referendum Yunani Tolak Bailout
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras terlihat meninggalkan konferensi tingkat tinggi khusus Uni Eropa tentang krisis Yunani yang digelar di gedung Dewan UnI Eropa di Brussel pada 23 Juni 2015. AFP Photo/ Thierry Charlier

ATHENA, SATUHARAPAN.COM – Jutaan warga Yunani perantauan pulang untuk mengikuti referendum bailout dengan harapan dapat memperbaiki dari krisis, pada hari Minggu (5/7). Gelombang para warga Yunani terlihat memadati bandara di Athena sejak hari Sabtu (4/7) dalam rangka mengikuti jajak pendapat dalam menentukan masa depan ekonomi Yunani.

Sekitar satu juta warga Yunani yang berada di luar negaranya layak harus mengikuti pemilihan referendum untuk memberikan hak suaranya. Sementara suasana tegang juga terasa dibeberapa pelosok Yunani, karena warga terbelah menjadi dua kubu, antara memilih “ya” atau “tidak” atas rencana penerapan program penghematan dengan imbalan dana bailout atau talangan dari kreditor.

Hampir 10 juta pemilih mengikuti referendum dalam menentukan sikap apakah menerima atau menolak rencana “ troika “. Troika merupakan sebutan untuk kreditor internasional yaitu Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Central Eropa (ECB), dan Komisi Eropa.

Dalam referendum bailout yang digelar hari Minggu (5/7), rakyat Yunani menolak syarat-syarat bantuan keuangan baru untuk negaranya yang terlilit utang lewat paket dari Uni Eropa-IMF.

Sementara di Berlin, pada Minggu (5/7), Martin Schulz mengatakan pada surat kabar Welt am Sonntag Jerman bahwa pemerintah Athena telah memanuver negara yang terlilit utang tersebut “menuju jalan buntu“. Martin menambahkan “mungkin kami harus memberikan pinjaman darurat kepada Yunani, sehingga pelayanan publik dapat terus dilakukan dan masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan uang untuk bertahan hidup,“ ujarnya.

Dikabarkan pasca jajak pendapat digelar Presiden Prancis Francois Hollande akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Paris, pada Senin (6/7) guna membahas hasil referendum Yunani. Kedua pemimpin tersebut bertemu untuk mengevaluasi konsekuensi referendum di Yunani atas persyaratan bailout seperti dilansir dari kantor Presiden Prancis. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home