Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:18 WIB | Senin, 10 September 2018

Rekrutmen CPNS Kotim Kalteng Prioritaskan Wilayah Pelosok

Ilustrasi.Para peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kemenkumham beberapa waktu lalu. (Foto: Antaranews.com)

SAMPIT, SATUHARAPAN.COM – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diharapkan diprioritaskan untuk memenuhi kekurangan pegawai di wilayah pelosok.

"Prioritaskan daerah-daerah pelosok yang belum ada tenaga pendidik maupun kesehatannya. Jangan ada lagi ditempatkan menumpuk di perkotaan saja," kata anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, H Ary Dewar, di Sampit, Senin (10/9).

Dia mengatakan, banyak desa di pelosok saat ini yang kekurangan guru dan tenaga kesehatan. Banyak sekolah yang tenaga pendidiknya hanya satu pegawai negeri sipil (PNS), dan paling ditambah pegawai honor sekolah yang hanya digaji Rp300.000 sampai Rp400.000 per bulan.

Sekolah-sekolah seperti itu yang harus mendapat prioritas penambahan pegawai, karena memang sangat membutuhkan.

Pegawai yang lulus seleksi, nantinya harus ditempatkan di daerah terpencil, untuk membantu pemerataan kualitas pendidikan.

Begitu pula dalam hal pemenuhan tenaga kesehatan. Menurut Ary, masih banyak desa yang belum memiliki tenaga kesehatan.

Jika pun ada, hanya dilayani oleh perawat atau bidan, padahal kedua profesi itu jelas mempunyai spesifikasi tugas yang tidak sama, sehingga keduanya sama-sama harus tersedia.

Ketua DPC Partai Gerindra Kotawaringin Timur ini juga berharap, agar guru dan tenaga kesehatan yang sudah lama mengabdi, mendapat prioritas untuk direkrut menjadi CPNS. Hal itu sebagai penghargaan daerah terhadap dedikasi mereka selama ini.

"Mereka yang sudah menjadi pegawai honor daerah bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, perlu mendapat proritas. Selain itu, sistem harus dijalankan dengan tegas agar jangan ada 'titipan' anak-anak orang tertentu yang lolos," kata Ary.

Pemkab Kotawaringin Timur menginformasikan bahwa kuota sebanyak 602 formasi, diprioritaskan untuk bidang pendidikan dan kesehatan.

Formasi bidang pendidikan sebanyak 325 orang, bidang kesehatan 275, dan pengangkatan dari honorer K2 guru ada dua orang yang harus tetap mengikuti seleksi.

Pemerintah pusat juga menetapkan Kotawaringin Timur termasuk daerah yang dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan seleksi CPNS.

Saat ini, masih dikoordinasikan terkait kabupaten mana saja yang akan ikut melaksanakan seleksi CPNS di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kotawaringin Timur, Alang Arianto, menambahkan formasi bidang pendidikan di antaranya guru pendidikan agama Islam dan guru kelas untuk sekolah dasar, serta guru pendidikan agama Islam, IPA dan IPS untuk sekolah menengah pertama.

Sementara itu, untuk bidang kesehatan, formasi di antaranya dokter spesialis, dokter gigi, dokter umum, apoteker, perawat dan bidan. Formasi dibuka sesuai kebutuhan yang diusulkan.

"Setiap formasi sudah ditetapkan tempat tugasnya nanti, jadi peserta bisa mempersiapkan mental jika ditempatkan di pelosok," kata Alang.

Dia mengingatkan, peserta segera menyiapkan berkas dalam bentuk file PDF, karena akan langsung diunggah saat pendaftaran secara online. Berkas dalam bentuk lembaran atau fisik kemungkinan diperlukan saat tahap akhir.

Disampaikan, jadwal tentatif pelaksanaan seleksi CPNS 2018 yaitu pendaftaran peserta pada 19 September 2018 dan pengumuman seleksi kompetensi dasar (SKD) 16 Oktober 2018.

Kemudian, pelaksanaan test dengan sistem computer assisted test (CAT) seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang pada 20 Oktober 2018, dan pengumuman hasil seleksi pada 30 November 2018. (Antaranews.com)

Editor : Sotyati

Back to Home