Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 16:31 WIB | Senin, 24 Juli 2017

Relawan Bersihkan Belasan Jerat Harimau

Warga Palembayan berada di dekat kerangkeng perangkap harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat yang dipasang di Pintu Angin, Jorong Palembayan Tengah, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (9/4). Hal tersebut terkait perilaku harimau yang memangsa 11 ternak warga setempat dalam kurun waktu sebulan di daerah tersebut. (Foto: Antara)

BENGKULU, SATUHARAPAN.COM - Para relawan yang dikoordinir Forum Harimau Kita membersihkan kawasan hutan di wilayah Provinsi Bengkulu dari jerat harimau sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan harimau sumatera dan memperingati Hari Harimau Sedunia.

"Ada belasan jerat yang dibersihkan oleh enam tim yang turun ke lapangan dalam waktu bersamaan," kata Anggota Forum Harimau Kita (FHK), Erni Suyanti, di Bengkulu, Senin (24/7).

Ia mengatakan tim masuk ke dalam hutan sejak Selasa (18/7) dan berada di dalam kawasan hutan selama lima hari untuk mencari dan mengambil jerat harimau yang dipasang pemburu liar. Tim relawan antara lain melakukan pembersihan di kawasan hutan produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, dan hutan produksi terbatas Lebong Kandis di Kabupaten Bengkulu Utara.

Tim Perlindungan Harimau Sumatera (PHS) Kerinci Seblat turut mendampingi para relawan membersihkan kawasan hutan dari jerat harimau. "Tiga yang tim diturunkan ke wilayah Bengkulu Utara dan Mukomuko beranggotakan masing-masing tiga orang," kata Erni.

Sementara di wilayah Selatan, tiga tim memasuki kawasan hutan lindung Bukit Sanggul dan hutan produksi terbatas Bukit Badas di Kabupaten Seluma serta hutan lindung Raja Mandare, Kabupaten Kaur. Anggota tim patroli yang memasuki wilayah hutan produksi terbatas Bukit Badas, Maimunah, mengatakan tim menemukan tiga jerat harimau sumatra aktif di sana.

"Ada tiga jerat harimau berbahan sling baja yang kami bersihkan dan bawa pulang," kata dia.

Erni mengatakan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam perlindungan harimau sumatra menjadi kunci pelestarian satwa terancam punah itu. Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) termasuk satwa yang dilindungi dan populasinya makin terancam karena hilangnya habitat dan perburuan liar.

Satwa itu masuk dalam daftar merah satwa terancam punah International Union for Conservation of Nature (IUCN). (antaranews.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home