Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 12:39 WIB | Jumat, 16 Oktober 2015

Rembuk Nasional Tokoh Lintas Agama Selamatkan Bumi

Rembuk Nasional Tokoh Lintas Agama Selamatkan Bumi
Menteri Lingkungan Hidupa dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kedua kanan) bersama dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin (kedua kiri) serta Efransjah CEO Yayasan World Wide Fund (WWF) Indonesia (kiri) dan Wilmar Witoelar (kanan) saat menggelar jumpa pers terkait dengan kegiatan Rembuk Nasional Tokoh Agama Menanggapi Perusakan Lingkungan Hidup dan Menahan Laju Perubahan Lingkungan di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (15/10) (Foto-foto: Dedy Istanto).
Rembuk Nasional Tokoh Lintas Agama Selamatkan Bumi
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) saat menjawab pertanyaan awak media terkait dengan tujuan diadakannya rembuk nasional para tokoh agama dalam masalah lingkungan didampingi oleh Wilmar Witoelar (kanan).
Rembuk Nasional Tokoh Lintas Agama Selamatkan Bumi
Ketua MUI Din Syamsuddin (tengah) saat memberikan keterangan terkait dengan gerakan moral selamatkan Bumi dari perspektif tokoh lintas agama yang ada di Indonesia.
Rembuk Nasional Tokoh Lintas Agama Selamatkan Bumi
Perwakilan tokoh agama bersama dengan Yayasan WWF Indonesia dan juga Pemerintah saat menggelar jumpa pers terkait dengan kegiatan rembuk nasional mengenai permasalahan lingkungan yang dihadiri oleh para tokoh agama dari berbagai lembaga agama yang ada di Indonesia yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Rembuk Nasional Tokoh Agama Menanggapi Perusakan Lingkungan Hidup dan Menahan Laju Perubahan Iklim digelar di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, hari Kamis (15/10).

Gerakan moral selamatkan Bumi dari ancaman perubahan iklim tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, dan Efransjah CEO Yayasan World Wide Fund (WWF) Indonesia dan sejumlah tokoh agama dari berbagai lembaga agama.

Dalam pertemuan tersebut, fenomena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan masih menjadi sorotan dan pembahasan dalam rembuk nasional tersebut. Melalui rembuk nasional ini, para tokoh lintas agama dan lingkungan hidup merapatkan langkah untuk menggugah seluruh lapisan masyarakat agar mulai bergerak melakukan perubahan demi kelestarian lingkungan hidup. Langkah ini menjadi sangat strategis pasca diadopsinya tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akhir bulan September lalu dan menjelang perhelatan tahunan Konvensi Perubahan Iklim PBB di Paris, Prancis akhir bulan November 2015 mendatang.

Indonesia bergerak menyelamatkan Bumi dideklarasikan bertepatan dengan peringatan Hari Perdamaian Dunia 21 Septeber 2015 yang tergabung dalam Siaga Bumi terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan WWF Indonesia. 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home