Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:27 WIB | Kamis, 07 Desember 2017

Retno Marsudi Bantah Dubes AS Konsultasi Soal Yerusalem

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi. (Foto: setkab.go.id/Jay)

SERPONG, SATUHARAPAN.COM - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, membantah dan menegaskan tidak pernah ada konsultasi antara dia dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan, terkait pengakuan resmi Amerika Serikat atas Yerusalem  sebagai ibu kota Israel.

Pernyataan Marsudi disampaikan di sela-sela Bali Democracy Forum Ke-10 di Serpong, Banten, hari Kamis (7/12), untuk membantah klaim Donovan dalam pernyataan tertulis resmi yang dimuat dalam laman resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, tentang Yerusalem  itu.

"Saya ingin sekali tegaskan konsultasi ini maksudnya apa? Bahwasanya benar (duta besar) Amerika Serikat bertemu dengan saya, ya, karena saya panggil, dan yang saya sampaikan adalah posisi Indonesia untuk disampaikan kepada pemerintahnya," kata Marsudi.

Dia telah memanggil Donovan, hari Senin (4/12), untuk menanyakan kebenaran informasi bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem . Saat itu Donovan menyampaikan belum ada keputusan final dari Gedung Putih.

"Kemarin saya telepon lagi, saya menanyakan apakah betul sudah ada kepastian itu. Dia mengatakan: iya. Kemudian saya menanyakan beberapa hal di situ, dan saya katakan saya ingin bicara dengan Secretary Tillerson," kata Marsudi.

Setelah itu, pada Rabu malam (6/12), Marsudi berhasil berbicara dengan koleganya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, melalui sambungan telepon dan kembali menyampaikan posisi Indonesia yang menyayangkan hal itu.

Marsudi juga meminta Amerika Serikat membatalkan rencana pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem  karena hal itu bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan membahayakan proses perdamaian Palestina-Israel.

"Jadi saya ingin meluruskan bahwa konsultasi itu tidak ada, yang ada adalah komunikasi yang dimulai dari Indonesia dengan memanggil duta besar Amerika Serikat (untuk Indonesia) untuk menyampaikan posisi kita, untuk disampaikan pada ibu kotanya dan dia membawa pesan dari ibu kotanya," kata Marsudi.

Dalam pernyataan resmi yang dimuat pada laman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Donovan mengatakan dia telah berkonsultasi dengan para teman, mitra, dan sekutu Amerika Serikat, termasuk Indonesia, sebelum Trump mengeluarkan keputusannya.

Trump yang sering mengeluarkan pernyataan kontroversial dan reaktif mengumumkan secara resmi pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem  sebagai ibu kota Israel pada pukul 13.00 waktu Washington DC atau Kamis pukul 01.00 WIB, hari Rabu (6/12).

Indonesia kontan mengutuk langkah Amerika Serikat itu karena membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel serta akan menyebabkan instabilitas di kawan Timur Tengah.

Kecaman keras disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis pagi, dan juga Marsudi di dalam pidato pembukaan BDF Ke-10. Sebagai bentuk dukungan kepada Palestina, Marsudi tampil di forum itu mengenakan kafiyeh, kain penutup kepala khas Timur Tengah, bukan cuma Palestina. (Antara)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home