Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Wim Goissler 07:20 WIB | Senin, 19 Februari 2018

RI Akui Bantu Atasi Kesulitan Keuangan Sekretariat MSG

Juru Bicara Kedutaan Besar RI di Australia, Sade Bimantara (Foto: Twitter)

CANBERRA, SATUHARAPAN.COM - Indonesia mengkonfirmasi peranannya untuk membantu kesulitan keuangan yang dialami oleh sekretariat Melanesian Spearhead Group (MSG), kelompok  yang beranggotakan lima negara dan kawasan di Pasifik, yaitu Fiji, Solomon Islands, Papua Nugini, Vanuatu dan FLNKS.

Dalam beberapa tahun belakangan, tatkala keketuaan MSG dipegang oleh Solomon Islands, kantor sekretariat organisasi ini yang berada di Port Villa, Vanuatu, mengalami kesulitan keuangan. Penyebabnya, sejumlah anggota belum membayar iuran tahunannya.

Namun, Indonesia yang berstatus associate member, telah membantu roda operasi sekretariat dengan mengucurkan dana dan bantuan lainya. Menurut Sade Bimantara, jurubicara Kedutaan Besar Indonesia di Australia, Indonesia telah mengucurkan dana yang merupakan kontribusi tahunan. Selain itu, Indonesia juga membantu pengadaan kendaraan dan barang-barang lainnya yang diperlukan sekretariat.

"....kami telah memberikan kontribusi tahunan kami, terlebih lagi kami juga membantu sekretariat dalam pengadaan kendaraan dan barang lainnya untuk sekretariat mereka," kata Sade Bimantara, dikutip dari radionz.co.id.

"Ya, jadi kami telah membantu mereka secara finansial juga," kata Sade Bimantara, yang dalam KTT MSG ke-21 di Port Moresby, pekan lalu, menjadi salah satu anggota delegasi Indonesia.

Walaupun tidak berstatus anggota penuh, Indonesia tampak semakin memiliki pengaruh yang besar di MSG. Belakangan ini Indonesia gencar menjalin berbagai kerjasama dengan negara-negara anggota MSG, termasuk dengan Solomon Islands yang vokal mengkritisi kebijakan RI atas Papua.

Kehadiran RI di MSG diwarnai dengan sikap tegas menentang permohonan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk menjadi anggota penuh. Indonesia memandang ULMWP sebagai kelompok separatis dan tidak layak mewakili rakyat Papua. Dalam KTT ke-21 MSG di Port Moresby, pekan lalu, pembahasan keanggotaan ULMWP di tingkat pemimpin MSG dialihkan ke sekretariat MSG, menyusul telah disepakatinya panduan dan kriteria keanggotaan MSG.

Atas keputusan tersebut, pihak ULMWP telah mengeluarkan pernyataan menerimanya dan berharap sekretariat akan segera memprosesnya.  

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home