Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:26 WIB | Selasa, 26 Juli 2016

Ribuan Siswa Berlaga dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional

Ilustrasi: Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2014. (Foto: kemdikbud.go.id.)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Sebanyak 4.126 siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) berlaga dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di JIExpo Jakarta Pusat, 24-30 Juli 2016.

"Penyelenggaraan O2SN diharapkan dapat menjadi wadah bagi pembinaan siswa untuk mencapai sebuah pembentukan sikap sehat, jujur, dan arif, pada setiap peserta sehingga dapat menjadikan karakter yang berkepribadian," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, di Jakarta, Senin (25/7).

Olimpiade tersebut mengangkat tema "Generasi Sportif, Bangsa Produktif". Peserta O2SN pada jenjang SD diikuti 714 siswa, jenjang SMP diikuti 1.156 siswa, SMA diikuti 816 siswa, dan SMK diikuti 1.032 siswa, serta pada jenjang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) diikuti 408 siswa.

Para siswa tersebut didampingi 1.088 pendamping dan 340 orang pembina. Juri dan wasit akan difasilitasi 1.191 orang, sedangkan asisten juri dan asisten wasit sebanyak 84 orang. Terdapat 10 cabang lomba yang dipertandingkan, yakni catur, atletik, bulutangkis, tenis meja, karate, pencak silat, renang, bola voli, dan sebagainya.

Para peraih juara I, II, dan III, akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan dan medali serta piala bergilir akan diberikan kepada juara umum. Sedangkan sertifikat partisipasi lomba akan diberikan kepada seluruh peserta, juri, dan pendamping lomba.

"O2SN adalah ajang untuk menunjukan sikap sportivitas serta prestasi yang terbaik, karena peserta lomba yang hadir adalah juara yang telah berhasil mewakili daerah masing-masing. Tunjukkan bahwa kita memiliki generasi baru Indonesia yang bisa dibanggakan," kata Anies.

Anies mengatakan, melalui olahraga diharapkan mampu memfasilitasi pembangunan karakter, karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas, tetapi juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun.

"Selain berkompetisi meraih prestasi, manfaatkan momen yang baik ini untuk saling berinteraksi antar peserta O2SN, saling mengenal antarpeserta yang berasal dari berbagai suku, agama, dan ras yang berbeda-beda," kata dia.

Mantan Rektor Paramadina itu berharap, O2SN juga bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. (Ant)

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home