Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 18:46 WIB | Selasa, 27 Januari 2015

Richi Senang Rebut Gelar Perdana Bulutangkis di 2015

Riky Widianto (kiri) dan Richi Dili Puspita (kanan) pada Malaysia Masters 2014. (Foto: Humas PBSI).

LUCKNOW,SATUHARAPAN.COM – Salah satu andalan ganda campuran Indonesia Richi Dilli Puspita gembira menyambut gelar perdana di awal 2015 pada kejuaraan Syed Modi International Badminton Championships.

"Pastinya senang sekali, bisa merebut gelar di awal tahun. Semoga ke depannya bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia," kata Richi, Minggu (25/1), di Lucknow, India.

"Gelar ini secara pribadi saya persembahkan untuk ibu yang berulang tahun," tambah atlet yang juga merupakan mahasiswi jurusan Akuntansi Perpajakan, Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti tersebut.

Richi yang berpasangan dengan Riky Widianto berhasil merebut gelar pada turnamen level grand prix gold ini dengan menjinakkan wakil tuan rumah, Manu Attri/K. Maneesha, dengan skor 12-21 dan 17-21.

Perjalanan Riky/Richi sebagai unggulan pertama turnamen tak bisa dibilang mulus begitu saja. Menurut pelatihnya, Edwin Iriawan, lawan cukup berat ditemui Riky dan Richi di semifinal. Dimana keduanya berhadapan dengan ganda terbaik Malaysia, Chan Peng Soon/Lai Pei Jing.

“Lolos dari semifinal kita semakin mudah, karena lawan relatif lebih ringan. Manu Attri dan Maneesha dulu anak buah saya," kata Edwin yang pernah melatih tim bulutangkis India tersebut.

Riky dan Richi mengalahkan Chan/Lai dua game langsung, 21-16 dan 21-12 dalam waktu 31 menit.

"Secara permainan dari babak awal sampai final, Riky/Richi tampil bagus ya. Mereka tampil stabil dan percaya diri. Di final, secara kualitas Riky/Richi ada di atas lawan. Sepanjang permainan Riky/Richi selalu dapat menekan lawan," tambah Edwin.  

Babak pertama dan kedua, Riky/Richi mengalahkan dua ganda campuran India, Tarun Kona/N. Sikki Reddy dan Kanish Sharma/Ritu Vinayak. Selanjutnya di perempat final, Riky/Richi mengalahkan pemain Malaysia, Wong Fai Yin/Chow Mei Kuan, rubber set, 17-21, 21-18 dan 21-17.

"Di undian paruh bawah tadinya ada ganda campuran Singapura yang kemungkinan masuk final, Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo. Tapi ternyata mereka kalah di babak dua, karena Danny mengalami cedera," kata Edwin.

"Ke depannya semoga ini bisa jadi modal kepercayaan diri mereka menghadapi tur Eropa, di All England dan Swiss," Edwin mengakhiri penjelasannya. (badmintonindonesia.org).

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home