Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 12:19 WIB | Sabtu, 09 Juni 2018

Rohaniwan Ray Kelly Tampil di Britain’s Got Talent

Father Ray Kelly, dalam salah satu penampilannya. (Foto: BreakingNews.ie)

LONDON, SATUHARAPAN.COM – Father Ray Kelly menjadi buah bibir ketika tampil di ajang pencarian bakat Britain’s Got Talent, audisi seri ke-12. Juri Simon Cowell memuji penampilan rohaniwan berusia 65 tahun itu. Sayangnya, langkahnya terhenti di tahap semifinal, Jumat penggal awal Juni lalu.

Tampil melantunkan lagu terkenal grup music REM, Everybody Hurts pada audisi, juri Simon Cowell menyebut penampilannya sebagai terfavorit sepanjang audisi. Penjiwaannya yang sangat dalam saat menyuarakan lagu yang mengajak seseorang yang merasa sendiri dan kesepian itu untuk bertahan, bahkan membuat beberapa penonton tak kuasa menahan air mata.

Semua juri, Amanda Holden, Alesha Dixon, David Walliams, dan Cowell, menyambutnya dengan standing ovation, yang justru membuat rohaniwan Irlandia itu, dalam pengakuan yang dilansir express.co.uk, grogi. Tepuk tangan membahana, dan Amanda Holden, menurut media tersebut, sampai-sampai menyempatkan diri menghampirinya di belakang panggung.

Raymond Kelly, rohaniwan Katolik dari Oldcastle, County Meath, Irlandia, yang ditahbiskan pada 1989, sebetulnya bukan “orang baru” di panggung musik. Sudah lama ia menekuni dunia tarik suara. Ketika mengenyam pendidikan, ia bergabung dengan grup band bernama Rafiki.

Kegemaran bernyanyi itu terbawa, bahkan ketika ia sudah memimpin umat di gereja di Oldcastle. Pada 2014, ketika memimpin sebuah upacara pemberkatan pernikahan, ia menyanyi untuk pengantin. Lagunya, lagu terkenal ciptaan Leonard Cohen, Hallelujah. Rekaman videonya yang diunggah seseorang di YouTube, jadi viral. Mengutip dari rte.ie, rekaman video itu ditonton lebih dari 60 juta orang.

Sejak itu ia dijuluki “The Singing Priest”.

Romo Kelly menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman Universal International dan meluncurkan dua album, Where I Belong, sebuah album 10 track dengan aransemen music Celtic, dan satu album lagu-lagu Natal. Kontraknya berakhir tahun 2015. Pada bulan Desember 2015, Romo Kelly tampil sebagai tamu di BBC Radio 4 Program Midweek.

Britain’s Got Talent seperti mengungkap kembali ketenarannya. Namun, ia sangat sadar tugas utamanya. “Saya toh bukan remaja lagi, yang menganggap BGT itu jadi segalanya dalam hidup saya. Saya hanya senang menyanyi dan senang menyanyi di hadapan orang. Saya sadar  bahwa saya punya tugas di Oldcastle,” katanya, dalam perbincangan dengan rte.ie.

Suor Cristina Juarai Ajang The Voice Italia

Bukan sekali ini rohaniwan tampil di ajang pencarian bakat. Masih lekat di ingatan ketika pada 2014, Suster Cristina Scuccia menggegerkan panggung pencarian bakat The Voice di Italia.

Empat juri, Raffaella Carra, J-Ax, Noemi, dan Piero Pelu, langsung memutar kursinya di tahap blind audition, tanpa menyangka peserta adalah seorang biarawati. Rekaman videonya di YouTube ditonton 95 juta pemirsa.

Dan, Sour Cristina, sebutan populernya, memenangkan ajang itu. Kemenangan itu mengantar biarawati Ursulin itu menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman Universal.

Rupanya, itu pun bukan kemenangan pertama Sour Cristina di sebuah kompetisi. Tahun sebelumnya, ia juga memenangkan kompetisi musik kristiani Good News Festival.

Back to Home