Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 18:00 WIB | Rabu, 17 Februari 2021

Saudi Tidak Teken Kontrak dengan Perusahaan Yang Tidak Berkantor di Kerajaan

Ini mulai berlaku tahun 2024, bertujuan untuk membuka lapangan kerja di dalam negeri.
Kota Riyadh, ibu kota Arab saudi. (Foto: dok. Saudi Gazette)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM-Arab Saudi tidak akan lagi menandatangani kontrak dengan perusahaan asing yang tidak memiliki kantor pusat regional di dalam Kerajaan itu mulai tahun 2024, menurut laporan kantor berita negara, SPA, pada hari Senin (15/2).

"Arab Saudi bermaksud untuk menghentikan kontrak dengan perusahaan dan lembaga komersial dengan kantor pusat regional yang tidak berlokasi di Kerajaan (Aran Saudi)... Penghentian akan mencakup lembaga, dan dana yang dimiliki oleh pemerintah dan akan berlaku mulai 1 Januari 2024," kata SPA, mengutip sumber resmi.

Langkah tersebut bertujuan untuk "menciptakan lebih banyak pekerjaan, membatasi kebocoran ekonomi, meningkatkan efisiensi pengeluaran dan menjamin bahwa barang dan jasa utama yang dibeli oleh berbagai badan pemerintah dibuat di dalam negeri."

"Keputusan ... akan mencerminkan secara positif dalam bentuk penciptaan ribuan pekerjaan bagi warga negara, mentransfer keahlian, dan melokalkan pengetahuan. Ini juga akan berkontribusi untuk mengembangkan konten lokal dan menarik lebih banyak investasi ke kerajaan," kata Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid Al-Falih, dalam sebuah tweet.

Kebijakan baru tersebut sejalan dengan Visi 2030, rencana Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, untuk mendiversifikasi ekonomi Kerajaan dari ketergantungan pada minyak dan menghasilkan pekerjaan secara lokal.

SPA mencatat bahwa "24 perusahaan internasional mengumumkan niat mereka untuk memindahkan kantor pusat regional mereka ke Riyadh" pada acara Future Investment Initiative (FII) bulan lalu.

Putra Mahkota mengatakan pada bulan Januari bahwa dana kekayaan kedaulatan Arab Saudi akan menginvestasikan sebesar US$ 40 miliar setiap tahun dalam ekonomi domestik selama lima tahun ke depan, karena kerajaan berupaya untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Peran PIF (Public Investment Fund) telah diperluas untuk mendanai proyek-proyek pembangunan di dalam negeri. Investasi lokal yang dilakukan oleh PIF mencapai 58 miliar riyal pada tahun 2019 dan bertujuan untuk menginvestasikan 96 miliar riyal secara lokal pada tahun 2020. Selama beberapa tahun terakhir dana ini dikelola untuk menciptakan 190.000 pekerjaan, kata Putra Mahkota menambahkan. (SPA/Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home