Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 17:03 WIB | Kamis, 05 Juli 2018

Sekjen WCC Bicara Persatuan dan Cinta Kasih di Sidang Gereja-gereja Afrika

Sekjen WCC Pdt Dr Olav Fykse Tveit. (Foto: Dok satuharapan.com/oikoumene.org)

SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC), Pdt Dr Olav Fykse Tveit, berbicara tentang “Keesaan Gerakan Ekumenis” di Sidang Umum ke-11 Konferensi Gereja-gereja Seluruh Afrika (All Africa Conference of Churches (AACC). Acara itu diadakan di Kigali, Rwanda dari 1-7 Juli 2018.

Pdt Tveit, seperti dilansir oikoumene.org, mengatakan, “Di tengah-tengah kekerasan, kelaparan, dan keputusasaan, orang-orang merindukan kedamaian yang adil.”

Ia mengangkat ke permukaan apa yang dialami warga Sudan Selatan. “Gereja di Sudan Selatan, bersama gereja anggota dan mitra AACC dan WCC, dan juga bekerja sama dengan Gereja Katolik Roma, terus menggemakan suara orang-orang Sudan Selatan di Benua Afrika dan di bagian lain dari dunia.”

Tak dimungkiri, menurut Pdt Tveit, ada faktor-faktor polarisasi dan dinamika antiekumenis di dan di antara gereja-gereja, “Ancaman rasisme dan ketidakadilan struktural terus menjadi kekuatan yang memecah-belah.”

Tema pertemuan AACC, “Menghormati Martabat dan Citra Allah dalam Diri Setiap Manusia”, menurut pendapat Tveit, adalah pesan yang tidak ambigu. Ia mengingatkan, apakah kita sudah menjadi manusia seperti yang diharapkan menunjukkan tanda-tanda sebagai  ciptaan-Nya.

“Cinta kasih yang timbal balik adalah ciri kemuridan,” kata Tveit. “Cinta kasih lebih dari kelemahlembutan dan kemurahan hati; itu adalah hubungan yang dapat diandalkan dan solid dalam kebersamaan, yang memungkinkan juga untuk mengekspresikan ketidaksetujuan dan perbedaan demi kejelasan yang diperlukan,” katanya.

Dan, ia mengingatkan, gereja dipanggil untuk mengungkapkan cinta kasih di dunia yang hancur dan penuh dosa ini.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home