Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Reporter Satuharapan 22:25 WIB | Kamis, 24 Januari 2019

Sekretariat Presiden: Jurnal Wicaksana Bukan Media Istana

Ilustrasi. Jurnal Wicaksana (kiri) dan Tabloid "Indonesia Barokah (kanan). (Foto: istimewa)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sekretariat Presiden menanggapi munculnya sebuah media cetak bernama ‘Jurnal Wicaksana’ yang mengklaim sebagai media Istana Kepresidenan. Pihak Istana memastikan bahwa media tersebut tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Lembaga Kepresidenan.

Dalam struktur organisasinya, media cetak tersebut mencantumkan Presiden Republik Indonesia sebagai Pelindung. Selain itu, dicantumkan pula Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kepala Staf Presiden, Kepala Sekretariat Presiden, dan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi yang menduduki jabatan sebagai Pembina Mitra.

“Sekali lagi apa yang dicantumkan media tersebut pada struktur organisasi adalah tidak benar,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran persnya Kamis (24/1) siang.

Bey menilai apa yang dilakukan media itu tentu telah melanggar peraturan berupa pencatutan nama orang lain sebagai tindak pidana penipuan yang dapat dijerat secara hukum.

Untuk itu kepada masyarakat luas, Sekretariat Presiden mengimbau untuk tidak mudah percaya bila ada yang mengatasnamakan ‘media kepresidenan’. 

Sementara itu, belum lama ini beredar juga Tabloid "Indonesia Barokah" ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Kantor Pos Purwokerto menunda pendistribusian 39 paket berisi Tabloid "Indonesia Barokah" ke sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Sampai hari ini (24/1), Tabloid `Indonesia Barokah` yang tersisa masih 39 eksemplar (paket, red) yang belum sempat kami distribusikan," kata Kepala Kantor Pos Purwokerto Moh. Anis S, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis siang.

Pada bagian bawah alamat tujuan paket yang dikirimkan melalui Kantor Pos Jakarta itu, tertulis "Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati Bekasi".

Tabloid tersebut berisi tulisan yang diduga menyudutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Di tempat lain Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta akan menindaklanjuti temuan tabloid "Indonesia Barokah" di sejumlah Masjid di Kota Solo.

"Hingga saat ini tercatat sudah 12 eksemplar tabloid yang tersebar di tujuh Masjid di Kota Solo," kata Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono di Solo, Kamis. (ANTARA News/Setkab)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home