Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Ignatius Dwiana 07:36 WIB | Rabu, 21 Mei 2014

Seniman Filipina Mengungkapkan Doa Lewat Karya Lukis

Ryan Nicolas sedang mengerjakan lukisan Perjamuan Terakhir ala Leonardo da Vinci. (Foto: cbcpnews.com)

LA LOMA FILIPINA, SATUHARAPAN.COM – Ryan Nicolas yang berusia 30 tahun merupakan seorang ayah dari dua anak dan berlatar belakang kuliah matematika. Dia mengungkapkan doa-doanya ke atas kanvas sehingga bisa dilihat.

"Setiap kali saya melukis, saya mengangkat diriku dalam rasa syukur kepada Allah," katanya, tanpa sadar dia kembali menggemakan perasaan biarawan pelukis Fra Angelico 500 tahun lalu, seperti diberitakan Asia News pada Sabtu (17/5).

Rumahnya yang sederhana di La Loma, barat laut Kota Quezon, tempat dia berkarya. Rumahnya serupa dengan museum dan tempat peziarahan.  Serupa dengan museum dan tempat peziarahan, karena rumah itu menampung banyak lukisan minyak dan karya seni relijius bak rumah doa yang kasat mata.

Ryan Nicolas tidak pernah menghindar untuk menampilkan karyanya. Di antaranya  sebuah "Pengkhianatan kepada Yesus" di sini, sebuah "Pencambukan di Pilar" di sana, "Ecce Homo" dan "Pemahkotaan Duri" di sudut lainnya.

Rumah kecilnya seperti sebuah gambar-gambar rosario, masing-masing menggambarkan pelbagai misteri yang dibuat berurut-urutan.

Ryan Nicolas rajin mengumpulkan patung-patung, termasuk beberapa karya ulang Kanak-Kanak Yesus.

Dia suka menuangkan ke atas kanvasnya gambar-gambar yang dipinjam dari Kitab Suci maupun Sengsara Kristus sebagai sumber ilham yang sangat pedih.

Yang benar-benar mengejutkan Ryan Nicolas pada kenyataannya tidak memiliki pelatihan formal. Dia melukis dengan otodidak .

Setelah kuliah matematika untuk menyenangkan orang tuanya, dia menemukan panggilan sejati dalam mengungkapkan dirinya. Namun pada awalnya semua orang di keluarganya mencoba menghalanginya. Karena hal itu akan menjadikannya hidup miskin dan dalam kesulitan.

Butuh waktu untuk orangtuanya dapat menerima hal itu. Dia juga bekerja di sebuah pabrik es krim sehingga memperoleh uang untuk mencukupi kehidupan keluarganya.

Dia mendongak ke Impresionis Prancis dan Fernando Amorsolo, mungkin pelukis paling penting dalam sejarah Filipina.

"Saya hanya perhatian pada tanggapan positif, pada kritik konstruktif ... Dan ada banyak yang aku percayakan kepadamu," katanya.

Mengikuti jejak Santo Lukas Penginjil, santo pelindung para pelukis, Ryan Nicolas melihat seni sebagai panggilan yang membawa dia lebih dekat kepada Tuhan, Sang Seniman Sejati. (asianews.it/cbcpnews.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home