Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 12:26 WIB | Senin, 09 Juli 2018

Setelah Tampil di Piala Dunia, Pariwisata Banyuwangi Bergaung di AS

Ilustrasi. Tarian massal Gandrung Banyuwangi, salah satu daya tarik pariwisata Banyuwangi yang sudah mendunia. (Foto: Info Budaya)

BANYUWANGI, SATUHARAPAN.COM – Promosi pariwisata Banyuwangi bergaung hingga ke Amerika Serikat (AS), setelah menyita perhatian di Rusia, tempat berlangsungnya Piala Dunia 2018.

Difasilitasi Kementerian Luar Negeri, delegasi Banyuwangi bertemu pelaku pariwisata AS yang dipimpin Presiden Biro Perjalanan Wisata AS Wilayah Midwest Jesse Guerra, yang mengoordinasi pelaku wisata di sejumlah negara bagian seperti Ohio, Michigan, Kansas, Minnesota, Indiana, Wisconsin, Iowa, Missouri, dan Illinois.

”Beragam destinasi Banyuwangi dipresentasikan ke jejaring pelaku usaha pariwisata AS. Tentu ini peluang bagus, kami berterima kasih ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri, yang terus bekerja mendukung promosi wisata daerah-daerah di Tanah Air,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam pernyataan resminya, Minggu (8/7/2018).

Dalam pertemuan yang dihadiri Konsul Jenderal RI Rosmalawati Chalid itu, dipresentasikan beragam destinasi Banyuwangi, seperti Kawah Ijen yang mempunyai fenomena alam api biru (blue flame), G-Land yang merupakan salah satu pantai dengan ombak terbaik di dunia untuk selancar, Pulau Tabuhan untuk destinasi selancar layang dan angin, dan sejumlah resor unggulan Banyuwangi.

”Kami tampilkan pula durian merah dan kopi banyuwangi. Ternyata orang AS kagum dengan durian merah, penasaran ingin mencoba, banyak yang langsung cari informasi via smartphone-nya,” papar Anas.

Selain itu, ada aksi sejumlah penari gandrung yang diboyong Kementerian Luar Negeri dari Banyuwangi. Anas optimistis, ke depan semakin banyak wisman yang datang ke Banyuwangi. Apalagi, aksesibilitas udara ke Banyuwangi kini semakin mudah.

”Sekarang di Rusia yang sedang ada Piala Dunia, bus-bus kotanya bergambar Kawah Ijen dan Tari Gandrung. Orang dari berbagai negara yang mengikuti Piala Dunia melihat promosi itu. Lalu sekarang promosi di AS. Semua didukung pemerintah pusat, tidak pakai APBD. Ini semua kami harapkan mendongkrak kunjungan turis ke Banyuwangi,” Anas menjelaskan.

Ia menambahkan, untuk memudahkan wisatawan AS yang belum banyak mengenal Banyuwangi, digambarkan lokasi Banyuwangi yang berdekatan dengan Pulau Bali. Bali menjadi pintu masuk untuk memasarkan wisata Banyuwangi ke AS.

”Kedekatan dengan Bali adalah keunggulan. Itu kita manfaatkan sebagai strategi pemasaran. Target kami memang menggaet 7 persen wisatawan mancanegara (wisman) di Bali untuk datang pula ke Banyuwangi. Setahun ada sekitar 4 juta wisman ke Bali, kalau 7 persennya saja, berarti 280.000 wisman ke Banyuwangi. Kita targetkan itu tercapai 2021, posisi kini 100.000 wisman per tahun ke Banyuwangi. Tentu ada pula yang ke Banyuwangi tanpa lewat Bali,” ujarnya. (banyuwangikab.go.id)

Editor : Sotyati

Back to Home