Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 08:20 WIB | Kamis, 06 Agustus 2020

Setiap 15 Detik Satu Orang Meninggal Akibat COVID-19

Pemandang di Manchester, Inggris yang lengang ketika seorang pria berolahraga, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Inggris. (Foto: dok. Reuters)

SATUHARAPAN.COM-Korban meninggal akibat COVID-19 secara global telah melampaui 700.000 orang pada hari Rabu (5/8), terbanyak di Amerika Serikat, disusul Brasil, India, dan Meksiko.

Hampir 5.900 orang meninggal setiap 24 jam akibat COVID-19 secara rata-rata, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data dari dua pekan terakhir. Itu setara dengan 247 orang per jam, atau satu orang setiap 15 detik.

Amerika Serikat dan Amerika Latin adalah episenter baru pandemi dan keduanya berjuang untuk mengendalikan penyebaran virus.

Virus corona pada awalnya lebih lambat untuk mencapai Amerika Latin, yang merupakan rumah bagi sekitar 640 juta orang, daripada sebagian besar belahan dunia lain. Tetapi para pejabat sejak itu berjuang untuk mengendalikan penyebarannya karena kemiskinan di kawasan itu dan kota-kota yang padat.

Lebih dari 100 juta orang di seluruh Amerika Latin dan Karibia tinggal di daerah kumuh, menurut Program Pemukiman Manusia PBB. Banyak yang memiliki pekerjaan di sektor informal, dengan sedikit jaringan pengaman sosial dan terus bekerja sepanjang pandemi.

Sementara Amerika Serikat, rumah bagi sekitar 330 juta orang, juga telah terpukul oleh virus tersebut meskipun menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

Pakar penyakit menular pemerintah AS, Dr. Anthony Fauci, pada hari Senin (3/8) mengatakan bahwa negara-negara dengan jumlah kasus virus corona yang tinggi harus mempertimbangkan kembali penerapan pembatasan dan penguncian, menekankan perlunya membawa kasus ke tingkat yang rendah sebelum musim flu datang.

Bahkan di beberapa bagian dunia yang tampaknya telah menghentikan penyebaran virus, tetapi negara-negara lain baru-baru ini masih catatan kasus baru setiap hari, yang menandakan pertempuran masih jauh dari selesai.

Australia, Jepang, Hong Kong, Bolivia, Sudan, Ethiopia, Bulgaria, Belgia, Uzbekistan, dan Israel baru-baru ini mengalami peningkatan jumlah kasus. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home