Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 10:15 WIB | Senin, 08 Juli 2019

Si Kembar Punky-Pinky dari UKSW Tembus Jurnal Internasional

Acara wisuda Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. (Foto: semarang.soiopos.com)

SALATIGA, SATUHARAPAN.COM – Pinky Hastari dan Punky Hapsari termasuk dalam mahasiswa yang mengikuti acara wisuda Univeritas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, di Balairung Universitas, Sabtu, 29 Juni lalu. Menarik perhatian, karena selain cantik, dara kembar kelahiran Boyolali 18 Agustus 1996 itu memiliki prestasi yang patut dibanggakan. Penelitian yang dilakukan Punky dan Pinky dalam waktu lima bulan memperoleh pengakuan dengan lolos ke jurnal internasional.

Si kembar itu tidak terpisahkan sejak duduk di bangku taman kanak-kanak hingga tamat dari bangku perkuliahan. Penelitian yang mereka lakukan saat berkuliah di program studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) berhasil menembus jurnal internasional terindeks Scopus.

Punky, yang mengangkat topik mengenai “Analysis of Information Technology Services Management using the ITIL V3 Domain Service Operation Framework on SIMDA (Case Study: Boyolali Regency Inspectorate)”, berhasil menembus jurnal International Conference of Organizational Innovation (ICOI) 2019, Ulsan University - South Korea.

Sementara itu, Pinky yang memilih penelitian dengan topik “The Perspective of IT Balanced Scorecard Framework in General Election Commissions (KPU) of Surakarta” berhasil menembus jurnal Information Systems International Conference (ISICO) 2019.

Dalam percakapan yang dilansir uksw.edu, putri kembar pasangan Bambang Santanoe dan Siti Maryani itu menyebutkan saling mendukung adalah kunci mereka  dapat meraih prestasi itu.

“Penelitian yang kami lakukan dimulai dengan waktu yang hampir bersamaan, selama kurang lebih lima bulan kami saling mendukung agar bisa selesai bersama. Bersyukur, walapun dibimbing oleh dosen yang berbeda, mereka juga sama-sama memacu kami untuk segera menyelesaikan penelitian,” tutur Punky yang lebih menyukai bidang audit.

Sementara itu, Pinky menyebutkan pembimbing mereka sejak awal juga mematok standar tinggi atas hasil penelitian yang dilakukan. Tidak hanya publikasi bertaraf nasional, mereka juga dipacu agar dapat menyusun penelitian dengan taraf publikasi internasional.

Keduanya juga mengaku bahwa atmosfer pendidikan di UKSW sejalan dengan komitmen mereka untuk bisa lulus tepat waktu. “Dosen pembimbing sangat kooperatif dan disiplin dengan jadwal bimbingan. Kami dituntut untuk memberikan ide dan inovasi, tidak mengulur waktu, dan banyak mencari referensi dari jurnal lain,” Pinky menambahkan.

Wisudawan lain yang juga berprestasi adalah Fransiska Faberta Kencana Sari. Lulusan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini berhasil meraih IPK tertinggi, 3.97 untuk jenjang Strata 1.

IPK di atas rata-rata tersebut konsisten diraih oleh Fransiska sejak tahun kedua berkuliah. Ia sangat bersyukur karena UKSW memberikan apresiasi melalui beasiswa prestasi hingga ia menyelesaikan perkuliahan.

“Senang karena dapat meringankan beban orang tua. Dukungan dan apreasiasi dari UKSW membuat saya terkesan dengan kampus yang tidak hanya memperlengkapi mahasiswa dengan seperangkat kemampuan, namun juga menuntut membagikannya dalam berbagai hal positif,” tutur Fransiska yang juga aktif dalam berbagai organisasi tersebut.

Ciptakan Lulusan Creative Minority

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara SE MSc PhD, menegaskan UKSW secara konsisten mendidik mahasiswanya untuk menjadi lulusan yang creative minority. Hal ini dimaknai sebagai orang yang memiliki superioritas jiwa dan roh serta kekuatan keyakinan, yang akan memampukannya menggerakkan orang lain bergiat dalam pembangunan guna mengubah keadaan-keadaan.

“Istilah ini dicetuskan oleh Rektor Pertama UKSW, Dr O Notohamidjojo. Secara sederhana lulusan UKSW diharapkan memiliki empati, optimism, serta semua perasaan yang baik, positif, serta dalam kualitas diri yang lengkap untuk selanjutnya aktif melakukan perubahan-perubahan positif bagi lingkungan sekitar. Apalah arti jika seseorang memiliki seperangkat kemampuan namun tidak memiliki hati untuk menggunakan kemampuan itu guna menciptakan hal-hal baik di sekelilingnya,” tutur rektor.

Rektor berharap, 736 lulusan yang diwisuda memperlengkapi diri dengan berbagai perangkat mutu diri lain, berbuat baik di tengah-tengah komunitas hidup dan bekerja, serta menjadi agen perubahan.

Sejumlah lulusan yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dalam wisuda Periode I Tahun Akademik 2019/2020 ini adalah Fransiska Faberta Kencana Sari SPd (3.97) lulusan dari Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Acropolis Gemilang Mada Ngara Ledewara SE (3.97) lulusan dari Program studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) untuk jenjang strata 1.

Sedangkan peraih IPK terbaik untuk strata 2 adalah Stevi Angela MM (4.00) lulusan dari Magister Manajemen FEB dan Elsa Christin Saragih MP (4.00) lulusan dari Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB).

Dr Ida Aryati Diyah Purnomo Wulan (3.69) menjadi peraih IPK tertinggi untuk strata 3 lulusan dari Program studi Doktor Ilmu Manajemen FEB. (uksw.edu)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home