Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 11:38 WIB | Selasa, 18 Juni 2019

Siapakah Mohammed Morsi?

Mohammed Morsi. (Foto: Abusidiqu)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Mantan Presiden Mesir, Mohammed Morsi, meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah pingsan di balik kerangkeng terdakwa dalam ruang sidang di Kairo pada Senin (17/6), kata para pejabat Mesir.

Mohammed Morsi dilahirkan di Desa El-Adwah Provinsi Sharqiya di kawasan Delta Nil pada tahun 1951. Ia mendalami teknik sipil di Universitas Kairo pada tahun 1970-an sebelum pindah ke Amerika Serikat untuk merampungkan studi tingkat doktoral.

Ia dipilih sebagai kandidat presiden dari Ikhwanul Muslimin dalam pemilihan Mesir tahun 2012 setelah pilihan pertama yang ingin diusung organisasi itu mengundurkan diri.

Morsi menang dengan selisih suara tipis dan berjanji memimpin pemerintahan “bagi seluruh rakyat Mesir”.

Namun, para penentangnya mengatakan Morsi gagal memerintah selama masa kekuasaan yang bergolak. Mereka menuduhnya membiarkan kelompok-kelompok berhaluan Islam mendominasi arena politik dan salah urus ekonomi.

Penentangan warga terhadap pemerintahannya bertambah besar dan jutaan orang turun ke jalan-jalan di seluruh Mesir untuk menggelar aksi bertepatan dengan peringatan satu tahun kekuasaan Morsi pada tanggal 30 Juni 2013.

Pada tanggal 3 Juli malam, militer membekukan sementara konstitusi dan mengumumkan pembentukan pemerintahan interim yang diisi oleh para teknokrat sebelum digelar pemilihan presiden baru.

Mohammed Morsi dilengserkan oleh militer tahun 2013, setahun setelah dipilih dalam pemilu.

Morsi menyebut langkah tersebut sebagai kudeta dan ia kemudian ditahan oleh militer.

Sejak digulingkan, ia masuk tahanan dan menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun dalam kasus pemalsuan permohonan pencalonan presiden tahun 2012.

Di bawah pemerintahan yang sekarang, Morsi menghadapi berbagai dakwaan termasuk spionase. Pihak berwenang juga menyasar para pendukungnya dan menggolongkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Kasus mata-mata itu dikaitkan dengan kontaknya dengan kelompok militan Palestina, Hamas. (bbc.com)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home