Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:51 WIB | Selasa, 02 Juli 2019

Siapkan Talenta Digital Indonesia Kominfo Gandeng Empat PT di Jateng

Ilustrasi. Industri 4.0. (Foto: Automation Intellect)

SEMARANG, SATUHARAPAN.COM – Kementerian Kominfo bersama Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Kristen Satya Wacana, dan Politeknik Negeri Semarang, menyelenggarakan pelatihan untuk 144 lulusan SMK dan 480 lulusan perguruan tinggi.

Melalui Program Digital Talent Scholarship tahun 2019, pemerintah memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Bidang pelatihan meliputi Cybersecurity, Cloud Computing, Big Data, Artificial Intelligence, Internet of Things, Machine Learning, Digital Skills, IT Essentials, Android, dan Programming Essentials in Python. Selain itu peserta juga dibekali softskill dan hardskill untuk menghadapi tantangan Revousi Industri 4.0.

“Sasaran Program DTS 2019 untuk membekali kompetensi 25.000 orang lulusan SMK, D3/D4, S1, Aparatur Sipil Negara (ASN), guru TIK SMA atau setara, serta penyandang disabilitas. Selain itu, memberikan sertifikat dari Global Technology Company dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dalam siaraan pers, yang dilansir kominfo.go.id.

Penyelenggaraan pelatihan itu didasari kenyataan bahwa salah satu perubahan besar dalam revolusi  4.0 di bidang teknologi informasi dan komunikasi adalah transformasi, dengan kehadiran perangkat dan keahlian big data, internet of things, artificial intelligence, machine learning, cloud computing, dan beragam teknologi interaktif terbaru.

Presiden Joko Widodo memiliki visi yang jelas dalam mengarahkan ekonomi Indonesia ke era digital baru. Salah satu fokus pembangunan nasional Indonesia tahun 2019 adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Latih 624 Calon Talenta Digital Jawa Tengah

Pelatihan untuk membekali talenta digital ini merupakan bagian dari Program Digital Talent Scholarship tahun 2019. Program itu ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan Industri 4.0.

“Program DTS 2019 yang melibatkan 30 universitas dan 23 politeknik di Indonesia ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran dengan memberikan kemampuan siap pakai bagi lulusan S1, D3, SMK. Selain itu ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi bagi lapangan pekerjaan yang membutuhkan,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Doddy Setiadi.

Ia mengemukakan hal itu, dalam Kuliah Umum “Digitalisasi dan Pengembangan SDM”, dalam Pembukaan Regional Digital Talent Scholarship di Gedung Prof Soedarto SH, Universitas Diponegoro, Semarang, Senin (1/7/2019)

Bersama Departemen Teknik Komputer dan Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Kementerian Kominfo menggelar Fresh Graduate Academy. Program beasiswa pelatihan untuk lulusan perguruan tinggi ini dijadwalkan berlangsung dua bulan.

Di Universitas Diponegoro, pelatihan diikuti 230 orang dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. Perinciannya, 30 peserta mengikuti bidang pelatihan Cybersecurity, Big Data Analytics diikuti 150 orang, dan Cloud Computing  diikuti 50 orang.

Di Universitas Negeri Sebelas Maret, pelatihan diikuti 50 peserta untuk bidang Cybersecurity,  50 peserta Big Data Analytics, 50 peserta Cloud Computing, dan Internet of Things diikuti 51 orang.

Di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), pelatihan bidang Machine Learning diikuti 49 peserta.

Sementara, untuk membekali lulusan SMK bidang TIK dengan kemampuan digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Politeknik Negeri Semarang memberikan beasiswa pelatihan Vocational Graduate School Academy (VSGA).

Program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan lulusan SMK  di Polines diikuti 144 lulusan SMK dengan perinician 69 peserta Junior Network Administrator, 50 peserta Junior Web Developer, dan 25 peserta Junior Mobile Programmer.

Seluruh talenta digital muda Indonesia yang mengikuti pelatihan itu, menurut Doddy Setiadi, berhasil melalui proses seleksi.

Dukungan 4 Perguruan Tinggi

Program Digital Talent Scholarship ditargetkan meningkatkan standar kompetensi talenta digital Indonesia dengan empat program akademi, yaitu Fresh Graduate Academy (FGA), Coding Teacher Academy (CTA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), dan Online Academy (OA).

Di Jawa Tengah, pelaksanaan Program Digital Talent Scholarship 2019 bekerja sama dengan empat mitra perguruan tinggi, antara lain: Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Kristen Satya Wacana dan Politeknik Negeri Semarang.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Ir M Agung Wibowo MSc PhD mengapresiasi penyelenggaraan Fresh Graduate Academy. “Karena bangsa Indonesia butuh SDM yang bagus. Kita buktikan untuk bisa menjadi profesional digital yang nantinya sangat dibutuhkan di zaman disruptif ini,” katanya.

Laporan World Economic Forum 2018 menempatkan Indonesia pada peringkat 80 dari 137 negara dalam aspek kesiapan teknologi. Sementara dari aspek efisiensi pasar kerja, posisi Indonesia berada di peringkat 96 dari 137 negara. Kondisi itu membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk mendorong dan mengembangkan sumberdaya untuk memasuki revolusi industri 4.0.

Pemerintah menargetkan, Program DTS 2019 dapat menjadi solusi untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia agar lebih siap dalam memasuki Revolusi Industri 4.0.

Pembukaan Regional DTS 2019 di Semarang juga diisi dengan Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan dan Pancasila yang disampaikan Kasubdit Kontra Propaganda, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Sujatmiko.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home