Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 15:21 WIB | Senin, 17 Juli 2017

Siswa Arab Saudi akan Dihukum Pancung karena Ikut Unjuk Rasa

Siswa Arab Saudi akan Dihukum Pancung karena Ikut Unjuk Rasa
Pelajar Arab Saudi, Mujtaba'a Al-Sweikat, akan menjalani hukuman penjara karena ikut unjuk rasa antipemerintah (Foto: Daily Mail)
Siswa Arab Saudi akan Dihukum Pancung karena Ikut Unjuk Rasa
Hukum pancung di Arab Saudi (Foto: Daily Mail)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM - Seorang pelajar Arab Saudi yang berencana melanjutkan studi di AS akan menjalani hukum pancung karena didakwa turut dalam sebuah unjuk rasa antipemerintah.

Hal ini dikatakan oleh sebuah lembaga pemerhati Hak Asasi Manusia (HAM), Reprieve, dan menyerukan campur tangan pemimpin dunia untuk membatalkan hukuman.

Pelajar berkebangsaan Arab Saudi itu bernama Mujtaba'a Al-Sweikat. Umurnya baru 17 tahun ketika tahun 2012, ia ditangkap polisi di bandara Raja Fahd, Riyadh, saat ia berencana terbang ke Western Michigan University di Kalamazoo. 

Menurut Reprieve, sebagaimana dikutip oleh Daily Mail, pada hari Jumat lalu, Al-Sweikat dan 13 terdakwa lainnya dijatuhi hukuman mati karena menghadiri unjuk rasa antipemerintah secara damai. Diantara terdakwa, ada seorang penyandang disabilitas.

"Ini langkah yang sangat menakutkan dari rezim yang semakin brutal di Arab Saudi," kata Maya Foa, direktur Reprieve.

"Mengeksekusi orang cacat dan pemrotes remaja akan menjadi pelanggaran yang mengerikan terhadap hukum internasional dan para pemimpin dunia tidak dapat berdiam diri dan membiarkan ini terjadi," kata Foa.

Foa meminta Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk mengingatkan Arab Saudi akan hal ini.

Al Sweikat sudah diterima di Western Michigan University dan ketika ditangkap, ia sedang berencana mengunjungi kampusnya. Al Sweikat berencana melanjutkan studi di bidang keuangan.

Reprieve juga menambahkan bahwa 14 terdakwa ini mengakui perbuatannya berdasarkan keterangan yang diambil dibawah penyiksaan. Lembaga ini mengatakan pekan lalu pemerintah Arab Saudi juga sudah melaksanakan 14 eksekusi, sebuah indikasi eskalasi kebrutalan negara itu di bawah kendali putra mahkota yang baru, Mohammad bin Salman.

Terakhir kali rezim ini melakukan eksekusi terhadap tahanan adalah pada 2 Januari 2016, dimana 47 orang dibunuh sekaligus.

 

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home